Permainan Tradisional Untuk Melatih Konsentrasi Anak

Oleh Tanggal 17 Januari 2021

Permainan Tradisional Untuk Melatih Konsentrasi Anak
Apakah si kecil senang permainan tradisional? Tahukah Mama Papa ada beberapa yang dapat melatih konsentrasi anak?Permainan tradisional memiliki berbagai manfaat, salah satunya adalah melatih konsentrasi. Sebagian anak sulit berkonsentrasi karena memiliki keingintahuan yang tinggi. Maka, permainan tradisional ini mungkin dapat membantu Mama Papa melatih konsentrasinya. Selain itu, kegiatan ini juga dapat sekaligus melestarikan permainan-permainan tradisional Indonesia. Berikut permainan tradisional Indonesia yang dapat melatih konsentrasi anak sekaligus cara memainkannya.

Kotak Pos

"Kotak pos belum diisi, mari kita isi dengan isi-isian. Mbak O'ok minta huruf apa?" Apakah Mama Papa ingat dengan lagu itu? Itu adalah lagu permainan kotak pos. Permainan ini dapat melatih anak berkonsentrasi karena ia harus mencari jawaban dengan cepat, apalagi kalau putarannya berlangsung terus menerus. Selain itu, bisa saja ia mendapat banyak kosakata baru dari berbagai jawaban Mama Papa di permainan ini. Mama, Papa, dan si kecil duduk melingkar sambil menumpuk tangan dengan orang di sebelah kiri dan kanan. Buat kesepakatan nama apa yang ingin disebut di permainan ronde ini, misalnya nama kota, hewan, makanan, dan lainnya. Sambil menyanyikan lagu Kotak Pos, satu orang menepuk tangan kiri ke tangan orang yang ada di paha kanannya, kemudian berlanjut terus hingga lagunya berhenti. Orang yang ditepuk tangannya persis dengan berhentinya lagu, maka ia yang akan menjawab huruf apa yang diminta, misalnya "Mbak O'Ok minta huruf A". Selanjutnya, lanjutkan tepukkan tangan sambil bernyanyi, "Mbak O'Ok minta huruf A, sebutkan apa saja". Orang yang ditepuk tangannya ketika lagu berhenti, harus menjawab nama yang berawalan dari huruf A dengan tema sesuai kesepakatan awal. Lalu dilanjutkan orang di sebelahnya, dan seterusnya sampai salah satu orang tidak bisa menjawab. Ketika orang itu tidak dapat menjawab, ia keluar dari permainan, dan permainan diulang dengan sisa orang yang ada. Orang terakhir yang bertahan adalah pemenangnya.

Bekel

Permainan ini mengharuskan si kecil fokus pada setiap biji bekel yang berserakan. Selain itu, permainan ini dapat melatih koordinasi antara mata dan tangannya, yaitu visual dan motoriknya. Ia terlatih untuk berkonsentrasi sambil melakukan gerakan-gerakan cepat sambil mengambil keputusan mana biji bekel yang akan ia ambil. Sebelum mulai, Mama Papa terlebih dahulu menyiapkan bola bekel dan biji bekel. Untuk awal permainan, letakkan biji bekel berserakan. Kemudian, minta si kecil mendorong bola bekel ke bawah sehingga bola itu melambung otomatis ke atas. Saat bola sedang melambung, si kecil harus mengambil satu biji bekel, lalu menangkap bola bekel sebelum kembali jatuh menyentuh permukaan.

Baca juga: 5 Macam Aktivitas Untuk Latih Balita Berhitung

Di tahap dua, si kecil bisa diarahkan untuk mengambil dua biji bekel ketika bola sedang melambung, dan seterusnya hingga si kecil dapat berusaha mengambil enam biji bekel dalam satu kali lambungan bola bekel. Bila ada gagal dalam prosesnya, biasanya berganti orang, misalnya Mama Papa bisa bergantian dengan si kecil. Pemain dari permainan ini adalah orang yang dapat mencapai tahap paling tinggi dibanding orang lainnya.

Congklak

Permainan ini melatih anak berkonsentrasi karena ia harus menentukan akan mengambil dari lubang kecil mana, kira-kira akan berhenti di mana, dan seterusnya. Ia juga harus berkonsentrasi memperhatikan jalan dari pemain lain. Selain itu, si kecil juga dapat melatih kesabaran ketika menunggu giliran. Permainan tradisional Indonesia yang satu ini membutuhkan alat, yaitu papan congklak dan biji congklak. Pada papan, terdapat 14 lubang kecil berhadapan dan bersebelahan satu sama lain, juga 2 lubang besar pada sisi paling kiri dan paling kanan. Isi 5-7 biji congklak pada setiap lubang kecil, sedangkan lubang besar dikosongkan saja. Bermain congklak hanya dapat dilakukan oleh dua orang. Mama Papa bisa menentukan siapa yang menemani anak bermain. Cara memainkannya adalah si kecil atau teman mainnya bisa mulai terlebih dahulu untuk memilih satu lubang kecil. Kemudian, isi biji congklak di lubang kecil tersebut diambil, lalu diletakkan satu per satu searah jarum jam ke lubang kecil dan lubang besar yang dilewatinya. Untuk lubang besar, hanya letakkan ke lubang besar milik sendiri, ya. Bila biji congklak terakhir jatuh ke lubang kecil dengan isi, maka pemain harus mengambil isi itu dan menyebarkannya lagi. Pemain pertama berhenti bila biji congklak dari genggamannya habis di lubang kecil yang kosong, kemudian berganti giliran dengan pemain kedua. Pemenang dari permainan ini adalah pemain dengan jumlah biji congklak yang paling banyak di lubang besar miliknya. Nah, apakah Mama Papa jadi ingin mengenalkan permainan-permainan ini ke si kecil? Jangan ragu untuk mengenalkannya pada berbagai permainan tradisional lainnya juga, ya. Untuk tahu aktivitas seru lainnya bersama si kecil, Mama Papa bisa membacanya di laman Info & Tips Aktivitas Anak di Kiddo.id. Gambar: Freepik  

Yang Ada di Kiddo.id

Marketplace Aktivitas

premium

Konten Premium

milestone

Tes Gratis


Baca Juga