Anak Sakit Gigi, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Oleh Tanggal 12 Oktober 2021

Anak Sakit Gigi, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!
Sakit gigi adalah gangguan kesehatan yang bisa menimpa siapa saja, termasuk anak-anak. Sakit gigi pada anak bisa dibilang cukup sering terjadi dan faktor penyebabnya pun bermacam-macam.  Namun berbeda dengan orang dewasa, umumnya anak-anak menyukai makanan-makanan yang manis atau yang berkadar gula tinggi. Sedangkan pada orang dewasa, sakit gigi menyebabkan rasa nyeri yang luar biasa.  Anak yang mengalami sakit gigi bisa rewel sepanjang hari. Jika sudah seperti ini, ia akan susah makan karena giginya sakit. Pemberian obat untuk anak-anak pun lebih membutuhkan perhatian khusus dan tidak boleh sembarangan. 

Penyebab Sakit Gigi pada Anak 

Mengutip University of Rochester Medical Center Rochester, sakit gigi sering kali terjadi setelah cedera pada gigi. Bentuk cedera gigi sebagai penyebab sakit gigi pada anak yang paling umum adalah dari gigi berlubang.

Baca juga: Penyebab Depresi Anak yang Orang Tua Harus Ketahui!

Sakit gigi pada anak sebagian besar disebabkan oleh gigi berlubang atau tumbuh gigi. Gejalanya antara lain adalah ngiler, gigi terasa nyeri dan berdenyut, gusi di sekitar gigi bengkak, dan demam atau sakit kepala. Berikut ini berbagai penyebab gigi anak sakit yang harus Mama Papa ketahui. 
  1. Kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut

Jika si kecil memiliki kebiasaan buruk, seperti jarang menyikat gigi, gemar mengunyah permen karet, banyak mengonsumsi camilan yang mengandung gula, atau kurang minum air putih, maka giginya rentan untuk rusak. Makan makanan manis memang tidak dilarang, namun alangkah baiknya jumlahnya dibatasi

     2. Gigi anak sensitif

Kurang menjaga kebersihan dan kesehatan gigi dapat membuat lapisan pelindung gigi terkikis, sehingga menyebabkan gigi anak menjadi sensitif. Ia akan mengeluhkan nyeri atau ngilu pada gigi ketika mengonsumsi minuman atau makanan yang dingin. Keluhan ini bisa dirasakan anak jika ia mengonsumsi sesuatu yang panas.

     3. Tumbuh gigi baru

Umumnya gigi susu anak pertama kali muncul ketika ia menginjak usia 6 bulan dan akan terus bertambah sampai memiliki formasi sempurna (20 gigi) di usia 3 tahun. Lalu pada usia 4-12 tahun, gigi susunya akan mulai berganti ke gigi permanen atau gigi tetap. Proses ini kadang melibatkan robeknya gusi atau penanggalan gigi lama. Tidak jarang, hal-hal tersebut menyebabkan si anak merasa sakit gigi.

     4. Gusi bengkak

Pembusukan makanan oleh bakteri saat makanan tersisa di rongga mulut tidak hanya menyakiti saraf gigi, selain menimbulkan peradangan pada gigi maupun pada gusi. Pembengkakan yang meluas tidak hanya terlihat di dalam mulut namun dapat pula terlihat sampai di pipi. Wajah si kecil akan terlihat sembab, disertai rasa sakit yang hebat dan demam, pada keadaan lanjut dapat menyebabkan kesulitan saat menelan.

Baca juga: Tanamkan Sikap Berani Speak-Up Pada Anak dengan 5 Cara Ini

     5. Abses gigi

Jika rasa sakitnya parah dan berdenyut-denyut, pembusukan sudah menjadi abses gigi. Kondisi ini ditandai dengan ada kantung nanah telah terbentuk di dalam akar gigi. Mengetuk gigi menyebabkan nyeri bertambah. Jika tidak segera ditangani, abses akan mengikis hingga ke tulang. Sebuah "bisul getah" atau jerawat akan terlihat di bawah garis gusi. Apabila ke dokter gigi, si kecil akan mendapatkan saluran akar.

     6. Kerusakan gigi

Jika rasa sakit terus berlanjut lebih dari sehari, ini adalah penyebab paling umum. Cacat kuning-coklat pada email gigi mungkin terlihat. Tempat yang paling umum terjadi adalah permukaan salah satu gigi geraham.

     7. Infeksi gigi dan gusi

Gigi yang terinfeksi dan meradang juga merupakan salah satu penyebab sakit gigi pada anak. Lama kelamaan kondisi ini bisa menimbulkan penumpukan nanah pada gigi dan gusi. Jika sakit gigi yang dirasakan dapat membaik dalam waktu 1 hingga 2 hari, maka kemungkinan besar penyebab sakit gigi anak adalah hal yang tidak perlu dikhawatirkan. Namun, segera temui dokter gigi apabila sakit gigi yang dialami Si Kecil berlangsung lebih dari 2 hari, disertai demam, nyeri telinga, sulit makan atau minum, atau sakit saat membuka mulut. Gejala-gejala tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan gigi yang berbahaya.

Cara Meredakan Sakit Gigi pada Anak 

Selain memberikan obat sakit gigi untuk anak dan membawanya ke dokter gigi, ada penanganan yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah untuk meredakan sakit gigi anak, yaitu. 
  • Bersihkan sisa makanan di gigi

Tips pertama yang bisa dilakukan adalah membersihkan sisa makanan di gigi si kecil. Meskipun terasa sangat menyakitkan, giginya tetap harus dibersihkan agar kondisinya tidak semakin parah.  Saat membersihkan gigi, bantulah si kecil menghilangkan partikel makanan yang terselip di giginya dengan benang (flossing). Pastikan Mama Papa melakukannya dengan berhati-hati saat melakukan flossing, karena gusinya mungkin akan terasa sensitif. 

Baca juga: Penting! Edukasi Kebersihan Organ Intim Pada Anak Sejak Dini

  • Kumur dengan Larutan Garam

Air garam sudah lama dikenal berkhasiat untuk mengurangi nyeri akibat sakit gigi. Larutan air garam yang bekerja dengan cara mengubah kondisi mulut menjadi lebih kering, sehingga menjadi tidak kondusif sebagai tempat tinggal dan pertumbuhan bakteri penyebab sakit gigi. Berkumur dengan larutan garam juga mampu membunuh bakteri di daerah yang terkena atau sekitarnya dan mendorong penyembuhan lebih cepat. Untuk membuat larutan ini, Mama Papa perlu mencampurkan sekitar satu sendok teh garam meja ke dalam secangkir kecil air hangat dan kumur selama 30 detik. 
  • Menggunakan teh kantung peppermint

Menggunakan teh kantung peppermint dapat membantu meredakan sakit gigi dan gusi yang bengkak. Cara menggunakannya yaitu masukkan teh kantung terlebih dahulu ke pendingin selama beberapa menit. Jika sudah terasa dingin tempelkan kantung teh tersebut ke area gigi anak yang menjadi sumber rasa sakit.
  • Kompres Dingin

Menempelkan kompres dingin ke pipi luar anak di dekat daerah yang sakit atau bengkak dapat meringankan rasa nyerinya. Hindari menempelkan es langsung ke pipinya. Balut es dengan handuk atau kain kecil. Tempelkan kompres dingin selama 15 menit. Setelah 15 menit, lepaskan sebentar dan ulangi kembali.  Itu dia beberapa faktor penyebab anak mengalami sakit gigi. Selain melakukan tips di atas untuk meredakan sakit giginya, Mama Papa juga harus mengajarkan kebiasaan baik dalam merawat kesehatan gigi dan mulutnya sejak sedini mungkin.  Kebiasaan-kebiasan baik yang bisa diterapkan diantaranya; ajarkan anak menggosok gigi dua kali sehari setidaknya selama dua menit dengan pasta gigi yang mengandung fluoride, rutin bersihkan gigi menggunakan benang gigi sekali sehari, kurangi makanan dan minuman yang mengandung banyak gula, dan jangan lupa untuk periksakan ke dokter gigi minimal dua kali dalam setahun.  Mulai sekarang Mama Papa harus sudah memberikan perhatian penuh untuk kesehatan gigi dan mulut Si Kecil, ya! Mama Papa juga dapat mengakses informasi lain terkait kesehatan Si Kecil di website Kiddo, lho. Jadi, tidak ada lagi alasan kekurangan informasi. Selamat membaca! Source image: Pexels

Yang Ada di Kiddo.id

Marketplace Aktivitas

premium

Konten Premium

milestone

Tes Gratis


Baca Juga