Efek Dari Teriakan
Mama Papa tentu tahu bahwa teriakan yang keras tidak membuat pesan menjadi lebih jelas. Hal ini pun berlaku pada anak-anak. Berteriak dapat membuat mereka sengaja mengabaikan atau berhenti memperhatikan, sehingga disiplin menjadi lebih sulit. Hal ini dikarenakan setiap kali Mama Papa menaikkan suara, si kecil menurunkan kemampuannya menerima pendapat Penelitian terbaru menunjukkan bahwa berteriak membuat anak-anak lebih agresif, secara fisik dan verbal. Berteriak secara umum, apapun konteksnya, adalah ekspresi kemarahan. Hal itu membuat anak-anak ketakutan dan membuat mereka merasa tidak aman. Disisi lain, menanggapi dengan tenang membuat anak-anak merasa dicintai dan diterima terlepas dari perilaku buruk yang telah ia lakukan. Berteriak yang disertai dengan penolakan dan penghinaan verbal dapat dianggap sebagai pelecehan emosional. Telah terbukti memiliki efek jangka panjang, seperti kecemasan, harga diri rendah, dan peningkatan agresi. Hal ini juga membuat anak-anak lebih rentan terhadap intimidasi karena pemahaman mereka tentang batas-batas yang sehat dan harga diri menjadi tidak seimbang.Bagaimana cara untuk menghindari teriak?
-
Temukan ketenangan diri
-
Bicara tentang emosi
-
Atasi perilaku buruk dengan tenang, tapi tegas
-
Gunakan konsekuensi, tetapi jangan ancaman
-
Berikan kebutuhan dasar

