Perkembangan zaman membuat teknologi dapat dengan mudah diakses oleh siapa saja, termasuk anak-anak. Saat ini mereka dapat dengan gampang bermain smartphone, mengakses games, melakukan video call, hingga menonton YouTube. Oleh karena itu, demi menekan risiko buruk paparan layar elektronik dan gadget pada anak usia dini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan panduan screen time anak yang diizinkan sesuai dengan usia buah hati. Di mana, anak usia di bawah satu tahun tidak diperkenankan sama sekali bermain gadget atau terkena paparan layar elektronik. Sementara anak usia 2 sampai dengan 5 tahun hanya boleh 1 jam saja bermain gadget.
Di masa sekarang, teknologi dapat dengan mudah diakses oleh siapa saja, termasuk anak-anak. Mereka kini bisa dengan gampang menonton video di YouTube, bermain games, hingga melakukan video call sendiri.
Di satu sisi, penggunaan gadget mampu membantu perkembangan kecerdasan dan kreativitas si kecil. Akan tetapi, di sisi lain hal tersebut juga dapat berdampak buruk. Oleh karenanya, Mama dan Papa harus tahu berapa lama screen time anak atau waktu si kecil boleh menggunakan gadget, sesuai dengan panduan yang diberikan oleh WHO.
Penggunaan gadget tidak disarankan untuk anak di bawah 2 tahun Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) di tahun 2019 telah mengeluarkan panduan mengenai waktu screen time anak, khususnya pada anak usia balita. Screen time sendiri didefinisikan sebagai “waktu yang dihabiskan si kecil untuk berinteraksi dengan komputer, televisi, ponsel pintar, video games, hingga tablet digital.”
Menurut pedoman yang dikeluarkan oleh WHO, bayi berusia di bawah 1 tahun tidak boleh terpapar layar elektronik dari gadget maupun televisi sama sekali. Mama dan Papa harus lebih banyak mengajak si kecil beraktivitas fisik, seperti tummy time atau membacakan dongeng. Sedangkan, untuk si kecil berusia 1 sampai 2 tahun, screen time anak yang diperbolehkan maksimal hanya 1 jam saja.
“Lalu, bagaimana dengan anak usia 2 tahun, apakah sudah boleh memiliki screen time lebih banyak?” Masih sama dengan pedoman screen time anak usia 1 sampai dengan 2 tahun, si kecil yang belum memasuki usia 3 tahun tidak diperbolehkan memiliki waktu bermain gadget di atas satu jam. Mama dan Papa harus benar-benar awas dan membatasi waktu si kecil bermain gadget atau menonton dari layar elektronik hanya sebatas 1 jam atau kurang.
WHO pun tidak menyarankan waktu screen time anak usia 2 tahun dihabiskan dengan menonton televisi atau video. Hal tersebut dikarenakan aktivitas menonton membuat anak tidak banyak bergerak. Padahal, anak usia 2 tahun seharusnya menghabiskan setidaknya 180 menit untuk melakukan berbagai jenis aktivitas fisik. Sebaiknya, Mama dan Papa mematok screen time yang diperbolehkan ini untuk video call dengan anggota keluarga saja.
Screen Time Anak Usia 3 – 5 Tahun
Meskipun saat ini si kecil sudah memasuki rentang usia 3 sampai dengan 5 tahun, namun bukan berarti screen time anak yang diperbolehkan jadi bertambah. Masih sama dengan anak usia 2 tahun, pada rentang umur ini, si kecil hanya diizinkan menggunakan gadget atau menatap layar elektronik maksimal 1 jam saja.
Akan lebih baik kalau Mama dan Papa menciptakan aktivitas fisik agar si kecil lebih aktif bergerak. Sesuai dengan panduan WHO, anak umur 3 sampai 5 tahun harus menghabiskan setidaknya 180 menit untuk beraktivitas fisik dengan intensitas rendah, sedang, dan kuat. Waktu 180 menit bisa disebar sepanjang hari. Jadi, tidak sekaligus 180 menit untuk aktivitas, ya!
Dampak Negatif Penggunaan Gadget Pada Anak Usia Dini
Keluarga Kiddo, sebenarnya bukan tanpa alasan, lho, WHO mengeluarkan panduan screen time pada anak, terutama usia balita. Sebab, menurut studi, kecanduan gadget pada usia balita adalah nyata adanya. Kecanduan bermain gadget ini dapat menyebabkan gangguan perkembangan kognitif, kelebihan berat badan karena si kecil jarang bergerak, dan kemungkinan perubahan perilaku yang membuat anak lebih agresif.
Oleh karena itu, Mama dan Papa sebaiknya lebih banyak mengajak si kecil untuk melakukan aktivitas fisik dan bermain tanpa gadget. Ciptakan momen kebersamaan dalam Keluarga Kiddo tanpa harus melibatkan layar elektronik. Mama dan Papa bisa membacakan dongeng, mengajak anak bermain puzzle, membuat kerajinan tangan, olahraga, dan lainnya.
Pembatasan ini pada dasarnya diberlakukan demi menjaga perkembangan si kecil tetap baik. Sebab, anak yang terlalu banyak menghabiskan waktu bermain smartphone dan menonton televisi pada usia dini menunjukkan adanya gangguan perkembangan yang akan terbawa sampai ia dewasa. Jauh lebih bijak bila Mama dan Papa mengajak si kecil beraktivitas fisik dan merasakan momen kebersamaan dengan orang tua. Yuk, cek beragam Aktivitas anak yang seru dan edukatif di website Kiddo.id!
Gambar: Freepik