Orang Tua Wajib Tahu, Ini Penyebab Anak Nakal dan Susah Diatur

Oleh Tanggal 25 Agustus 2021

Orang Tua Wajib Tahu, Ini Penyebab Anak Nakal dan Susah Diatur
  Jika si kecil menjadi anak manis dan menuruti segala perkataan Mama Papa, tentunya bisa menghemat energi dan kesabaran. Namun, keinginan tak sejalan dengan kenyataan, Mama Papa kedapatan perilaku anak menjadi nakal, pembangkang, agresif, dan sulit diatur. Penyebab anak berperilaku nakal ternyata ada berbagai faktornya. Berperilaku buruk maksudnya anak mulai suka melanggar peraturan, membantah ucapan, tidak mendengarkan, menggigit, memukul, bahkan mencuri sesuatu. Tentu sebagai orang tua, Mama Papa tidak perlu memarahi atau membentaknya, karena si kecil tidak serta-merta menjadi nakal sedari lahir. Cobalah cari tahu, apa yang telah Mama Papa lakukan sehingga sikap buah hati berubah menjadi demikian. Nah, perlu diketahui bahwa ada beberapa hal yang dapat menyebabkan anak menjadi nakal. Simak sampai habis ya.

Berbagai Faktor yang Menyebabkan Anak Nakal

Perlu Mama Papa ketahui, sebenarnya ada maksud dibalik tingkah laku anak yaitu untuk menyampaikan perasaan ataupun pikiran mereka. Dikutip dari Psikoterapis dan penulis buku psikologi 13 Things Mentally Strong People Don’t Do Amy Morin, menjelaskan ada sepuluh alasan si kecil berperilaku nakal, antara lain;

Baca juga: Ciri Anak Super Sensitif dan Cara Mengatasinya

  1. Haus perhatian

Ketika anak-anak membutuhkan perhatian dari orang tua dan tidak mendapatkannya, mengamuk atau memukul adalah salah satu cara yang bisa mereka lakukan. Meskipun tahu bakal dimarahi setelah melakukan perbuatan itu, si Kecil tetap menjadikan hal tersebut sebagai cara untuk mendapat perhatian Mama Papa. Mereka ingin Mama Papa melihat, berbicara dan memberikan perhatian penuh pada mereka. Sebagai orang tua, cara untuk meredam kebiasaan anak seperti ini adalah dengan bereaksi positif ketika si kecil menunjukkan haus perhatian.
  1. Mencontoh orang di sekitarnya

Anak-anak belajar bersikap dengan cara melihat orang lain. Baik itu meniru aksi-aksi nakal teman di sekolah atau dari tontonan di televisi. Karena itu sangat penting bagi orang tua untuk membatasi dan mengawasi apa yang mereka lihat. Pantau apa yang anak-anak lihat di acara televisi atau internet dan video game yang dimainkan.
  1. Menguji kesabaran

Source: https://www.freepik.com/free-photo/angry-parents-scolding-their-children_13057937.htm?query=naughty%20child Ketika orang tua menetapkan aturan pada anak mengenai apa saja yang tidak boleh mereka lakukan, mereka biasanya ingin mengetahui seberapa serius Mama Papa dengan aturan tersebut. Makannya, tidak jarang anak-anak sengaja bersikap nakal untuk mengetahui apa hukumannya jika mereka melanggar peraturan tersebut. Membuat batasan yang jelas dan menyampaikan konsekuensi hukuman jika si kecil melanggar aturan adalah hal penting bagi orang tua. Kalau anak-anak merasa Mama Papa tidak serius dengan aturan tersebut, besar kemungkinan mereka akan sengaja melanggarnya.
  1. Minim keterampilan

Terkadang masalah perilaku anak muncul karena kurangnya keterampilan yang dimiliki. Anak yang minim kemampuan bersosialisasi bisa saja memukul teman bermainnya ketika dia merasa tidak senang. Sama halnya dengan anak yang tidak mempunyai kemampuan untuk menyelesaikan masalah. Biasanya mereka tidak bertanggung jawab dan memilih membiarkan mainannya berantakan setelah selesai bermain. Ketika si kecil berlaku nakal, sebaiknya ajarkan apa yang seharusnya dia lakukan, daripada mengajarkan tentang konsekuensi yang harus diterimanya karena nakal. Jika sudah seperti ini, Mama Papa harus mengajarkan kedisiplinan dan keterampilan lain kepada anak.

Baca juga: 5 Alasan dan Cara Mengatasi Anak Suka Merusak Mainan

  1. Tidak mampu mengendalikan emosi

Anak-anak sering kali tidak mengerti apa yang harus mereka lakukan atas perasaan yang mereka miliki, hal ini yang bisa membuat mereka lebih mudah merasa marah dan menjadi agresif. Bahkan, si Kecil pun dapat bersikap berlebihan ketika merasa senang, tertekan, ataupun bosan. Peran Mama Papa di sini adalah harus mengajarkan bagaimana mengendalikan emosi ketika merasa sedih, kecewa ataupun cemas.
  1. Ingin merasa bebas

Anak sering tidak mematuhi aturan karena merasa tidak bebas. Semakin berkembang, mereka ingin bebas mencoba hal baru. Untuk mengatasi hal ini, Mama Papa harus membimbing buah hati untuk mengajarkan bahwa mereka belum membutuhkan kebebasan seperti yang dipikirkan. Misalnya, anak yang mau menginjak bangku sekolah, mereka ingin memamerkan keterampilan baru mereka. Seiring bertambahnya usia, mereka pun ingin menunjukkan kemandirian. Biasanya, karakter lebih argumentatif dari sebelumnya pun muncul. Begitupun ketika anak sudah memasuki tahap remaja, anak dapat menjadi pemberontak karena ingin menunjukkan kepada orang dewasa bahwa mereka dapat berpikir sendiri dan tidak dapat dipaksa untuk melakukan hal yang tidak mereka inginkan.
  1. Menunjukkan kekuasaan

Perilaku menantang dan argumentatif sering muncul ketika seorang anak mencoba mendapatkan kembali kekuasaannya. Misalnya ketika anak menolak untuk disuruh membersihkan kamar mereka enggan beranjak dari depan televisi Orang tua dapat menawarkan anak dengan dua pilihan seperti, apakah dia lebih suka membersihkan kamar sekarang atau setelah menonton televisi. Cara ini dapat mengurangi anak mengeluarkan banyak argumen sekaligus meningkatkan kemungkinan perilaku patuh pada instruksi.
  1. Kebutuhan yang tidak terpenuhi

Saat si kecil merasa lapar, lelah atau sakit, perilaku buruk biasanya mengikuti. Namun, Mama Papa dapat melakukan pencegahan dengan mencari tahu apa kebutuhan anak yang belum dipenuhi ketika mereka mendadak marah.
  1. Senjata untuk mendapatkan yang diinginkan

Menyuruh anak agar tidak menangis atau merengek di mal dengan membelikan mainan yang mereka minta adalah sikap yang dapat membuat anak percaya diri bahwa cara tersebut akan membuat orang tua memahami keinginannya. Untuk menangani hal ini, Mama Papa bisa menjelaskan kepada si kecil tentang perbandingan penting atau tidaknya membeli satu barang dapat menjadi cara yang efektif untuk menangani hal permintaannya.
  1. Memiliki masalah mental

Terkadang anak-anak memiliki masalah kesehatan mental yang menjadi penyebab perilaku mereka bermasalah. Sebut saja ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) atau gangguan pada perkembangan otak yang menyebabkan penderitanya menjadi hiperaktif, impulsif, serta sulit memusatkan perhatian. Selain itu, sering cemas atau depresi juga dapat berkontribusi dalam baik dan buruk perilaku anak. Mama Papa bisa berkonsultasi dengan dokter anak atau profesional yang paham dengan kesehatan mental tentu menjadi cara yang tepat untuk menangani masalah ini.

Cara Menghadapi Anak Nakal dan Susah Diatur

anak nakal Mama Papa harus tahu cara yang paling efektif untuk menghadapi anak nakal. Sebab, langkah yang salah dapat membuat anak semakin tidak taat bahkan bisa terbawa hingga ia dewasa. Memang dalam mengasuh anak dibutuhkan kesabaran dan langkah yang tepat agar buah hati mudah untuk diatur. Simak tips berikut ini yuk;
  • Hindari menyebut anak nakal

Ketika si kecil susah dinasehati atau susah diatur, Mama Papa sebaiknya tidak langsung memarahinya atau bahkan sampai menyebutnya “anak nakal”, “anak bandel”, dan sebagainya. Sebutan  “anak nakal”, tanpa sadar bisa melukai hati anak dan membuatnya menjadi patah semangat,  bahkan hilang rasa percaya pada orang tuanya.

Baca juga: 5 Penyebab Anak menjadi Manja dan Cara Mengatasinya

  • Berikan contoh yang baik

Saat Mama Papa mengharapkan anak mempunyai perilaku yang baik dan sopan, sebab orang tua yang berperilaku tidak sesuai dengan nasihat yang mereka berikan pada anak, maka jangan heran bila anak tidak akan mendengarkan saran tersebut. Sebaiknya Mama Papa mulai perbaiki diri sendiri terlebih dahulu agar bisa menjadi contoh yang baik. Cara mendidik anak yang paling efektif adalah dengan memberinya teladan lewat perilaku sehari-hari, bukan cuma lewat banyak nasihat.
  • Buat aturan dan beri sanksi yang tegas

Jika si kecil masih nakal dan bandel, meskipun Mama Papa sudah seringkali menasehatinya dan memberi contoh, maka cara yang sebaiknya harus menetapkan aturan. Kemudian, beri anak sanksi bila ia melanggar aturan tersebut. Misalnya menetapkan aturan bermain, bila anak masih nakal dan tidak mau berhenti saat batas jam sudah tiba, maka Mama Papa bisa menghukumnya dan tidak mengizinkannya bermain lagi sampai jangka waktu tertentu. Tetapi, jangan menggunakan kekerasan untuk mendisiplinkan anak, karena cara tersebut hanya akan menyakiti dan membuat ia semakin liar. Itu dia Mama Papa beberapa faktor yang menjadi penyebab anak berperilaku nakal. Ada yang merupakan faktor dari orang tua dan ada pula faktor dari anak itu sendiri. Yang terpenting, Mama Papa perlu sabar dalam mengatasi kenakalannya dan lakukanlah cara pendisiplinan yang tepat tanpa memarahi mereka agar dia tidak trauma. Jika Mama Papa ingin memantau perkembangan si kecil secara lebih lanjut, silakan daftarkan si kecil di Milestone Tracker by Kiddo.id. Melalui Kiddo.id Mama Papa juga bisa menemukan ragam keseruan aktivitas anak, kursus pilihan, kelas online, experience, hingga activity kit. Yuk, download Kiddo.id sekarang.   

Yang Ada di Kiddo.id

Marketplace Aktivitas

premium

Konten Premium

milestone

Tes Gratis


Baca Juga