Tips Mengajarkan Tanggung Jawab pada Anak

Oleh Tanggal 29 November 2021

Tips Mengajarkan Tanggung Jawab pada Anak
Tanggung jawab adalah salah satu hal yang harus dipelajari oleh anak-anak. Dengan menanamkan sikap tanggung jawab kepada anak sejak dini, Mama Papa bisa menggali potensi penuh dari diri si kecil.  Pasalnya, memiliki rasa tanggung jawab menjadi kunci kesuksesan si kecil hingga ia besar nanti. Bertanggung jawab, tidak hanya bagaimana pilihan yang dibuat si kecil mempengaruhi hidupnya, tetapi juga bagaimana itu berdampak ke orang lain.

Cara Menanamkan Tanggung Jawab pada Anak 

Dengan memiliki rasa tanggung jawab, anak akan merasa dibutuhkan. Ia juga bangga karena telah berkontribusi membantu anggota keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Namun, bagaimana mengajarkan rasa tanggung jawab pada anak? Berikut ini beberapa cara yang bisa Mama Papa lakukan. 

Baca juga: Ayah Belanja dengan Anak? Kenapa Tidak?

      1. Mengenalkan Apa Itu Tanggung Jawab 

Jika anak melakukan kesalahan namun ia bersikeras tidak mengakui itu, sebaiknya orang tua jangan langsung memarahinya atau membentaknya. Sebab, bila Mama Papa memarahinya, mereka mungkin akan membalas perkataan atau malah menangis. Tentu ini akan semakin sulit untuk dihadapi. Jadi, langkah yang sebaiknya Mama Papa ambil adalah tetap bersikap tenang. Jelaskan apa kesalahannya dan tanyakan padanya siapa yang harus bertanggung jawab. Penjelasan sebab-akibat ini membantu anak untuk memahami apa itu tanggung jawab. Setelah memberikan penjelasan, lalu tegaskan apa yang harus dilakukan untuk bertanggung jawab. Selain itu, ingatkan anak untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama di lain waktu, termasuk untuk tidak lagi menyalahkan orang lain.

      2. Beritahu Anak Melakukan Kesalahan Itu Wajar 

Si kecil kadang merasa takut dan cemas saat melakukan kesalahan. Ia takut untuk dihukum atau dimarahi sehingga cenderung untuk menyalahkan orang lain. Untuk mengatasi ini, tunjukkan bahwa berbuat kesalahan adalah hal yang wajar, asal tidak mengulang-ulang kesalahan yang sama. Walaupun akan ada resikonya, namun si kecil bisa belajar dari kesalahan ini supaya tidak mengulanginya lagi. Berikan pujian jika anak sudah berani mengakui dan bertanggung jawab atas tindakannya.

      3. Ajari Anak Memecahkan Masalah 

Ketika anak mencoba melimpahkan kesalahannya pada orang lain, ajari anak untuk membedakan apa itu alasan dan penjelasan. Alasan adalah cara seseorang untuk tidak mengakui kesalahan. Ini berbeda dengan penjelasan, yang dimaksudkan untuk membantu orang lain memahami situasi yang sedang dihadapinya. Melimpahkan kesalahan pada orang lain adalah cara polos anak-anak untuk menghindari hukuman atau konsekuensinya. Nah, untuk mengubah pola pikir anak dalam kasus seperti ini, Mama dan Papa harus mengajarkan rasa tanggung jawab. 

Baca juga: 5 Cara Bangun Harga Diri Pada Anak Sejak Dini

Untuk membantu anak memecahkan masalahnya, tanyakan kembali apa yang ia bisa lakukan. Jika anak mengalami kesalahan, maka beri anak beberapa pilihan. Cara ini merangsang anak untuk membuat beberapa pilihan apabila ia dihadapkan dalam sebuah masalah, memikirkan apa risiko yang akan dihadapi, dan akhirnya bisa mengambil keputusan yang paling tepat.

Beberapa Kewajiban Anak Ketika di Rumah 

Ketika mengajarkan si kecil tentang tanggung jawab, orang tua harus memberikan contoh yang mudah dimengerti. Mama Papa juga bisa mengajarkan tanggung jawab ketika berada di rumah, cobalah ajarkan beberapa hal yang menjadi kewajibannya.
  • Selalu Belajar 

Belajar tidak hanya bersama guru dan teman-teman di sekolah. Belajar bisa dimulai dari rumah dan keluarga sendiri. Belajar dari kegagalan yang ada atau dari hal yang paling sederhana.  Contohnya, belajar untuk mengenal apa yang baik atau tidak untuk dilakukan. Belajar mendengarkan dan belajar untuk membentuk sikap yang baik. Serta, selalu mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru di sekolah, dan belajar untuk mengenal hal baru tentang dunia atau lingkungan sekitar yang bermanfaat.
  • Merapikan Tempat Tidur 

Merapikan tempat tidur adalah cara yang paling sederhana yang bisa diterapkan kepada si kecil. Merapikan tempat tidur adalah bukti dari kepedulian diri sendiri terhadap lingkungan terdekat. Membuat ruangan menjadi lebih rapi dengan selalu membersihkan dan menatanya dengan baik. Bukan hanya keluarga yang nyaman, melainkan juga diri sendiri. Jika belum terbiasa untuk memulainya, cobalah untuk bangun setiap pagi dan selalu ingat akan tempat tidur yang berantakan. Pasti tidak terlihat bagus dan harus segera diperbaiki. 
  • Mandi 

Mandi minimal dua kali sehari dengan sabun dan shampo untuk membersihkan rambut. Setelah itu, jangan lupa menggosok gigi dengan odol dan pasta gigi. Setelah berkegiatan di luar, pastikan untuk membersihkan diri terlebih dahulu.  Selain membuat tubuh wangi, rajin mandi juga akan membuat tubuh bersih dan sehat. Rambut menjadi sehat dan lebat, gigi menjadi putih dan wangi. Meski hari libur tiba, kebiasaan mandi dua hari sekali perlu diterapkan dan selalu diingat.
  • Bersikap Ramah

Bersikap ramah dengan lingkungan rumah dan orang-orang sekitar adalah kewajiban yang menyenangkan. Dengan adanya sikap ramah yang disuguhkan kepada orang-orang sekitar, mereka juga akan memberikan kesan baik. Sikap ramah bisa dimulai dari hal sederhana, misalnya tersenyum saja dan menyapa mereka dengan sopan akan membuat diri Anda akan semakin berkesan. Sikap tersebut harus menular kepada orang-orang sekitar untuk menciptakan kedamaian dan keharmonisan.
  • Mengerjakan Tugas Rumah

Tidak harus membantu dalam segi finansial. Anak juga dapat andil bagian dalam tugas-tugas kecil, seperti menyapu dan mengepel lantai yang kotor karena coretan pulpen atau rautan pensil.

Baca juga: Membentuk Karakter Disiplin Pada Anak

Membersihkan buku, kotak pensil, penggaris, kertas-kertas yang menumpuk setelah belajar, membantu menghidangkan masakan yang telah disiapkan dan membersihkan meja makan setelah semuanya selesai, mencuci bekas piring sendiri, bahkan anggota keluarga, atau menjaga adik yang masih kecil dan ikut mengajarkannya hal-hal baik. Dengan mengerjakan tugas rumah yang sederhana, kewajiban orang tua akan menjadi lebih ringan.
  • Sopan Santun

Sopan kepada orang tua dan seluruh anggota keluarga adalah kewajiban seorang anak. Biasanya, setiap orang tua mempunyai caranya sendiri untuk mendidik sang anak menjadi pribadi yang sopan, dengan selalu mengingatkan ketika mereka berbuat salah. Misalnya, saat makan bersama di meja makan. Anak tidak boleh berbicara saat makan, tidak boleh menaikkan kaki ke atas meja, atau memukul-mukul piring dan gelas yang digunakan. Anak juga harus memanggil orang tua dengan sapaan dan panggilan yang baik.  Selain itu, tidak menggunakan kata-kata kasar atau sapaan gaul yang kini banyak beredar di kalangan remaja. Tidak bersikap kasar atau acuh kepada orang tua yang memegang peran penting dalam keluarga. Mengajari anak tidak hanya melalui perkataan, namun juga tindakan. Anak-anak belajar dengan menonton apa yang Mama dan Papa lakukan. Tunjukan kepada anak perilaku yang Mama Papa sukai dengan melakukannya sendiri. Sehingga, si kecil akan belajar bahwa tindakan tersebut baik untuk dilakukan.  Misalnya, jika Mama Papa ingin si kecil duduk tertib saat makan, duduklah bersama dengan tertib. Mama Papa harus menjadi panutan bagi anak. Tunjukkan pada mereka bahwa Mama Papa telah belajar disiplin dalam pekerjaan, pekerjaan rumah tangga, dan tanggung jawab terhadap keluarga. Temukan artikel-artikel tentang Parenting lainnya hanya di Kiddo.id. Sumber gambar: Pexels.com

Yang Ada di Kiddo.id

Marketplace Aktivitas

premium

Konten Premium

milestone

Tes Gratis


Baca Juga