Si Kecil tipe anak yang lebih suka menyendiri dibandingkan berada di tengah keramaian? Hidup di tengah hiruk pikuk dunia memang membuat orang tua merasa tertantang untuk mendorong anak-anak bergaul, bersosialisasi dan memiliki banyak teman. Alasan sederhananya agar anak-anak mampu mengikuti perkembangan zaman yang semakin maju dan tentunya tidak hidup sendiri.
Lalu, bagaimana dengan anak-anak yang memiliki jiwa
introvert? Bagaimana nasib anak-anak yang dianggap “kurang mampu bergaul”? Apakah mereka harus memaksakan diri bergaul dan seolah-olah menjadi seorang
ekstrovert hanya agar dicap sebagai anak “normal”?
Sebuah studi mengenai anak
introvert dan
ekstrovert telah dilakukan. Menurut studi tersebut semakin banyak anak
ekstrovert bergaul dengan teman-teman maka ia akan semakin bahagia. Sama halnya dengan anak
introvert, saat ia sedang sendiri, saat itu pula ia sedang mengisi energi kebahagiaan dalam jiwanya.
Jadi, masihkah Mama Papa berpikir bahwa setiap anak harus menjadi seorang
ekstrovert?
Apapun jawabannya, hal yang cukup penting sekarang ini adalah mendidik dan mengasuh anak-anak menjadi individu yang siap menghadapi dunia. Tak hanya itu, orang tua juga sebaiknya lebih menghargai anak-anak, baik mereka termasuk berjiwa
ekstrovert maupun
introvert.
Nah, kira-kira bagaimana sih caranya membesarkan anak-anak
introvert tanpa memaksakan ia menjadi seorang
ekstrovert? Beberapa langkah berikut ini bisa Mama Papa coba, loh!
Terima Anak Apa Adanya dan Rangkulah Mereka
Jika Mama Papa memiliki anak yang
introvert, maka terima Si Kecil apa adanya dan rangkullah mereka. Sebaiknya hindari memaksa mereka untuk menghadiri pusat keramaian dan mengikut berbagai macam acara yang banyak menguras energi anak-anak
introvert ini.
Tidak perlu khawatir mereka tidak memiliki teman, pada waktunya nanti anak-anak akan mencari temannya sendiri. Memaksa anak untuk lebih aktif dalam kehidupan sosialnya hanya akan melukai anak
introvert. Sebagai orang tua, Mama Papa perlu menerima mereka apa adanya.
Dorong Anak untuk Mengekspresikan Diri Sesuai Jiwa Mereka
Anak-anak
introvert memiliki cara sendiri dalam mengekspresikan diri. Maka dari itu, Mama Papa perlu mendorong anak-anak ini untuk mengekspresikan perasaan yang sedang mereka rasakan. Misalnya saja dengan menulis, menggambar, melukis, yoga dan hal lain yang disukai oleh anak
introvert.
Hargai Privasi Anak
Hal lain yang perlu dilakukan orang tua dalam membesarkan anak introvert adalah dengan menghargai privasi anak. Bukankah semakin sunyi keadaan di sekitar anak
introvert, maka semakin banyak anak-anak
introvert ini bahagia? Untuk itu, hargai privasinya termasuk keinginan mereka untuk sendiri.
Biarkan Jiwa Anak Mengalir Tak Perlu Dipaksa Menjadi Orang Lain
Sebagai orang tua dari anak
introvert sebaiknya tidak perlu memaksa anak untuk aktif secara sosial.
Memaksa anak untuk mengikuti grup atau acara yang tidak ia sukai hanya akan membuat Mama Papa dan anak-anak terlibat pertengkaran. Untuk itu, biarkan jiwa anak mengalir dan biarkan anak melakukan kegiatan yang mereka sukai.
Dukung Anak dengan Lembut
Hal lain yang perlu orang tua lakukan untuk membesarkan anak
introvert adalah mendukung anak-anak introvert dengan lembut. Membiarkan anak-anak
introvert untuk terus merasa sendirian justru akan membuatnya depresi, namun memaksakan anak
introvert bergaul di kelompok yang tak ia sukai juga bisa menjadi masalah besar.
Untuk menghadapi hal ini, sebaiknya dukung Si Kecil menemukan aktivitas dan bergaul dengan kelompok yang ia sukai. Misalnya saja Si Kecil suka sekali dengan berenang, maka bantu ia bergabung dengan klub renang. Itulah mengapa, penting bagi orang tua mengetahui bakat dan minat anak sejak dini.
Ajari Anak untuk Memahami Keunikan Diri Sendiri
Jika Mama Papa memiliki anak
introvert, maka ajari mereka memahami dirinya sendiri, terlebih memahami keunikan diri sendiri. Seorang
introvert akan merasa tertinggal dalam kehidupan sosial, namun beri anak pemahaman bahwa dirinya itu unik dan tidak perlu merasa sedih dengan jiwa
introvert yang dimiliki.
Jelaskan pada anak bahwa kelebihan anak adalah sebagai seorang pendengar, sebagai seseorang yang bisa berkomunikasi secara intens dan intim pada orang lain.
Membesarkan anak
introvert memang tidak perlu menjadikan mereka seolah-olah sebagai anak
ekstrovert dan memaksa mereka bergaul dengan banyak orang. Akan lebih baik menerima jiwa anak introvert apa adanya. Semoga beberapa langkah di atas bisa membantu mempermudah Keluarga Kiddo dalam membesarkan dan mengerti anak
introvert.
Source:
School of Parenting