Kenali Perbedaan Kemampuan Sensorik dan Motorik Anak
Oleh Yani Riafinola Tanggal 2 Juni 2021
Apa bedanya kemampuan sensorik dan motorik bagi Si Kecil? Seringkali Mama mendengar kata Sensorik dan Motorik, namun sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan kemampuan Sensorik dan Motorik itu? Apakah ada hubungannya dengan tumbuh kembang Si Kecil? Yuk, kita bahas bersama mengenai sistem Sensorik dan Motorik pada anak:
Apa Itu Kemampuan Sensorik?
Kemampuan sensorik adalah kemampuan seorang anak dalam menggunakan indera yang ada pada tubuhnya. Selanjutnya, mereka memakai data masukan dari indera tersebut sebagai sarana untuk melakukan penafsiran terhadap apa yang terjadi di sekitarnya.
Terdapat 7 indera yang menjadi pengembangan sistem syaraf pada tubuh manusia, yakni:
Taste, yaitu stimulasi yang berhubungan dengan rangsangan pada indera pengecap dengan memperkenalkan rasa.
Taktil, yaitu stimulasi yang berhubungan dengan indera peraba, yang dapat dilakukan melalui sentuhan dan tekanan.
Pendengaran, yaitu stimulasi auditori yang berhubungan dengan rangsangan pada indera pendengaran.
Penglihatan, yaitu stimulasi visual yang berhubungan dengan rangsangan pada indera penglihatan.
Penciuman, yaitu stimulasi olfaktori berhubungan dengan rangsangan pada penciuman dengan memberikan aroma wewangian.
Proprioception, yaitu stimulasi propioseptif yang berhubungan dengan rangsangan pada persendian tubuh dengan menggerak-gerakan otot bayi secara perlahan.
Vestibular yaitu stimulasi vestibular yang berhubungan dengan rangsangan pada keseimbangan tubuh. Stimulasi ini dapat dilakukan dengan memberi rangsangan dengan melakukan ayunan lembut.
Kemampuan motorik adalah kemampuan gerak yang dimiliki oleh anak. Berdasarkan kategorinya, kemampuan motorik terbagi jadi dua, yakni motorik kasar dan motorik halus.
Motorik kasar meliputi gerakan fisik yang melibatkan koordinasi beberapa anggota tubuh sekaligus dengan menggunakan otot-otot besar, sebagian atau seluruh anggota tubuh. Contoh dari kemampuan motorik kasar antara lain adalah melompat, berjalan, berlari, dan semacamnya.
Sementara itu motorik halus memiliki kaitan erat dengan keterampilan fisik yang dalam penggunaannya melibatkan otot kecil dan berhubungan dengan keterampilan fisik. Tak lupa, motorik halus juga menjadi aktivitas yang butuh koordinasi mata-tangan. Kemampuan motorik halus juga bisa diasah dengan cara menyusun balok, bermain puzzle, hingga mendorong si kecil belajar menggambar.
Nah, sekarang Mama sudah bisa membedakan apa itu kemampuan Sensorik dengan Motorik, kan? Jika Mama sudah mengerti mengenai perbedaan dari kedua sistem di atas, maka akan lebih mudah bagi Mama untuk memberikan latihan rangsangan kepada kedua saraf Si Kecil agar terbentuk dengan baik. Salah satu caranya adalah dengan mengikutkan si kecil ke kelas-kelas motorik anak. Beragam pilihan kelas motorik anak dapat dengan mudah Mama Papa cari di Kiddo.id.
Kiddo.id juga menawarkan fitur Milestone Tracker untuk memantau tumbuh kembang anak secara maksimal. Melalui fitur ini Mama Papa bisa mengetahui ceklis perkembangan dan potensi anak serta rekomendasi aktivitas yang dirancang sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak. Mama dan Papa bisa berkunjung langsung ke laman Kiddo.id atau mengunduh aplikasinya di Google Play Store secara gratis.