Jangan Dimarahi, Lakukan Trik Ini Ketika Anak Malas Belajar
Oleh Immanuela Harlita Josephine Tanggal 19 Januari 2021
Memberikan terlalu banyak tekanan pada anak ketika mereka tengah belajar akan berdampak buruk pada psikis si kecil. Tuntutan yang diberikan pada anak untuk mendapatkan nilai sempurna di sekolah pun akan menuntun anak pada kondisi stres. Sikap anak yang ditunjukkan ketika mereka tengah malas belajar bisa dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah akibat rutinitas dan istirahat yang kurang.
Banyak orang tua percaya bahwa semakin mereka membantu anak-anak dalam belajar, semakin baik pula kinerja mereka di sekolah maupun dalam kehidupan sosial mereka. Para orang tua ini bahkan berusaha keras membantu anak-anak belajar dan menyelesaikan pekerjaan rumah serta proyek sekolah supaya anak-anak mereka tetap berada di ranking teratas di kelas. Bila anak malas belajar, tidak jarang ada orang tua yang memarahinya karena ia tidak bisa memiliki ranking yang bagus di kelas. Padahal menurut studi, memarahi anak malas belajar justru membuat anak semakin cemas dan tidak membawa dampak positif sama sekali. Penting untuk diketahui di sini bahwa memberikan terlalu banyak tekanan belajar kepada anak adalah cara yang salah. Sebaliknya, Mama harus membantu si kecil untuk belajar mandiri tanpa paksaan dari Mama. Berikut beberapa strategi yang sudah terbukti bisa membantu mengatasi anak malas belajar.
Berhenti Menetapkan Standar yang Tinggi
Tidak ada yang akan mendapat nilai A di setiap tes atau akan mendapatkan nilai sempurna di setiap pekerjaan rumah. Si kecil membutuhkan dorongan yang sehat yang membuatnya mau untuk mencoba dan memberikan yang terbaik daripada menilai kinerja mereka yang buruk.Ketahuilah bahwa kemunduran adalah hal yang wajar. Satu-satunya cara untuk memperbaiki nilai yang jelek adalah dengan membiarkan si kecil mengetahui sendiri apa yang terjadi jika mereka tidak siap, alias saat anak malas belajar. Ini bisa menjadi motivasi belajar yang bagus dengan membiarkan si kecil mengalami dampak yang akan membantu mereka memperbaiki kekurangan mereka.
Apresiasi Pekerjaan yang Anak Sudah Berhasil Lakukan
Mama dan Papa dapat menawarkan hadiah kepada si kecil setiap kali ia berhasil menyelesaikan tugas. Jelaskan pentingnya menyelesaikan tugas, apalagi PR atau pekerjaan rumah, demi prestasi dan masa depannya nanti. Memberikan reward setiap kali anak rajin belajar merupakan motivas tambahan bagi anak malas belajar. Akan tetapi, menawarkan hadiah ini merupakan pilihan pribadi bagi Mama dan Papa, tidak harus dilakukan bila memang Mama dan Papa tidak ingin si kecil ketergantungan terhadap reward. Tujuan utamanya adalah untuk membuat mereka bertanggung jawab dan mengajarkan bahwa belajar itu adalah kewajiban yang harus mereka lakukan.
Kebanyakan orang tua terkesan meminta anak untuk buru-buru mengerjakan tugas dan segera menuntaskan sesi belajarnya. Ini karena banyak orang tua yang menganggap bahwa anak yang pintar pasti hanya membutuhkan waktu singkat untuk belajar. Kenyataannya tidak begitu, Mama. Berikan waktu bagi si kecil untuk menyelesaikan tugas, pahami bahwa si kecil belum dewasa dan masih membutuhkan lebih banyak waktu untuk memahami serta melakukan tugasnya dengan baik. Daripada mengatakan "Lakukan sekarang, jangan malas!" Mama dapat memberikan deadline untuk si kecil dengan mengatakan "Kamu punya waktu sampai jam 6 sore untuk belajar atau mengerjakan PR." Hal ini akan membuat mereka merasa memiliki tanggung jawab, namun tidak terlalu terkekang, sehingga si kecil bisa lebih mudah untuk mengerjakan tugasnya.
Berikan Motivasi Ketika Quality Time Sedang Berlangsung
Meski ia tidak bisa mendapatkan nilai sempurna atau ternyata masih kesusahan menangkap pelajaran, hal yang terpenting adalah usaha mereka untuk melakukan hal tersebut. Tidak apa-apa jika si kecil gagal menyelesaikan tugas seperti yang diminta, apalagi bila ia telah berusaha dan mencoba sekuat tenaga. Oleh karena itu, Mama perlu paham bahwa mendapatkan nilai 100 tidak sepenting upaya si kecil dalam belajar dengan tulus dan mengerjakan tugasnya sebagai siswa dengan jujur. Hargailah usaha si kecil karena ini menjadi indikator anak malas belajar sudah berubah menjadi anak rajin belajar.Itulah aneka cara untuk membuat anak malas belajar menjadi semangat kembali. Intinya, Mama dan Papa perlu menekankan bila belajar merupakan tanggung jawab mereka, namun jangan sampai memarahi mereka hanya karena mereka susah konsentrasi atau tidak mendapatkan nilai 100. Bantu si kecil untuk membuat belajar menjadi tanggung jawab yang menyenangkan. Dengan begitu, si kecil akan lebih enjoy dan permasalahan anak malas belajar akan lebih mudah diatasi. Mama dan Papa juga bisa mengikutsertakan si kecil ke kursus pelajaran sekolah yang tersedia di Kiddo.id. ada juga yang menawarkan program kursus secara online, lho!
Gambar: Freepik