Normalkah Anak Tidur Mendengkur?
Penyebab anak tidur mendengkur adalah akibat getaran saluran napas terhambat aliran udara. Semakin terhambat aliran udara pada saluran napas, maka suara dengkuran akan semakin keras.Baca juga: Mengajarkan Anak Memiliki Sikap Peduli Lingkungan
Biasanya pada bayi di minggu awal kelahirannya adalah kondisi yang normal terjadi. Hal ini karena saluran pernapasannya masih sempit dan berisi banyak lendir. Udara melalui saluran pernapasan yang berisi lendir akan menghasilkan getaran suara pada jaringan pernapasan, sehingga menghasilkan bunyi dengkuran atau ngorok. Namun, Mama Papa juga harus tetap waspada apabila masalah ini terjadi teratur sepanjang malam. Mendengkur bukan hanya sekadar suara keras yang berisik, tetapi bisa menandakan adanya kondisi serius yang membutuhkan penanganan dokter.Penyebab Mendengkur pada Anak
Penyebab mendengkur berbeda beda pada setiap anak. Bahkan, frekuensi, tingkat keparahan, dan dampak dari kebiasaan ini juga bisa bervariasi. Ini artinya, normal atau tidaknya anak mengorok perlu diperhatikan dari faktor-faktor tersebut. Berikut adalah faktor risiko penyebab yang paling umum pada anak-anak:1. Faktor keturunan
Percaya atau tidak, ternyata kebiasaan mendengkur pada anak dapat terjadi karena ada salah satu orang tuanya yang mengorok. Menurut penelitian dari Chest yang mengulas tentang frekuensi mendengkur dan faktor risiko pada 700 anak yang masih berusia satu tahun. Selain itu, ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa anak-anak yang lebih sering mendengkur rentan terhadap masalah perilaku, mempengaruhi kemampuan berpikir, dan penyakit jantung.2. Bagian hidung meradang atau bengkak
Umumnya, anak-anak yang memiliki bagian hidung yang meradang atau bengkak mengalami kesulitan bernapas. Gejala hidung bengkak adalah bernapas melalui mulut dan nafasnya terdengar bising. Ini dapat terjadi ketika anak memiliki beberapa jenis peradangan atau alergi.3. Mengalami kegemukan
Obesitas atau kegemukan juga berhubungan dengan mendengkur pada anak-anak, karena meningkatnya lemak di sekitar leher. Sebuah studi menemukan, bahwa obesitas dapat meningkatkan risiko mendengkur pada anak. Di sisi lain, obesitas pada anak adalah masalah kesehatan yang serius saat ini. Sehingga, sangat penting untuk mengurangi berat badan.4. Gangguan pernapasan
Mengorok pada anak-anak bisa disebabkan oleh beberapa masalah pernapasan. Anak-anak yang sering mendengkur kemungkinan memiliki alergi, asma, infeksi telinga atau tenggorokan. Ada baiknya, jika si Kecil menunjukkan gejala ini, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapat perawatan yang lebih baik.5. Hidung tersumbat
Selain gangguan pernapasan, hidung tersumbat juga menjadi salah satu penyebab mendengkur pada anak. Hidung yang tersumbat dapat disebabkan oleh alergi, sinusitis kronis atau infeksi virus. Ketika hidung tersumbat, maka anak-anak umumnya akan mencoba bernapas melalui mulut.6. Mengalami radang amandel
Radang amandel adalah salah satu masalah kesehatan yang kerap kali terjadi pada anak. Kondisi ini dapat terjadi karena adanya infeksi. Radang amandel juga menyebabkan tonsil yang letaknya dekat dengan tenggorokan bagian belakang dapat menghambat jalan napas. Jika hal itu terjadi, aliran udara akan terhambat. Hal tersebut memicu anak mengorok saat tidur pada malam hari.7. Mengalami penyumbatan aliran udara
Biasanya, saat sedang sakit flu, anak akan mengalami pilek yang menyumbat aliran udara. Kondisi ini sangat berisiko menyebabkan anak mengorok saat tidur. Apalagi jika tenggorokan juga berpotensi mengalami peradangan. Bisa berisiko mengalami penyumbatan pada tenggorokan yang membuat suara mendengkur anak pun akan semakin tinggi.Baca juga: Si Kecil Sudah Mau Lahir? Siapkan 6 Perlengkapan Bayi Ini!
8. Memiliki alergi tertentu
Alergi pada anak bisa menyebabkan mendengkur pada anak. Jika alergi kambuh, bisa menyebabkan peradangan pada hidung dan tenggorokan, sehingga anak semakin sulit bernapas seperti biasa. Kondisi inilah yang dapat meningkatkan risiko anak mengorok saat tidur.9. Menghirup asap rokok
Jika anak menjadi perokok pasif, risiko mendengkur saat tidur pun akan semakin tinggi sebab hal ini berkaitan erat dengan pernapasan. Sebaiknya, jika Mama Papa seorang perokok Anda atau pasangan merokok, cobalah untuk berhenti melakukan kebiasaan buruk ini. Selain berisiko mengidap berbagai penyakit, kebiasaan ini juga membahayakan kesehatan si Kecil.10. Mengonsumsi ASI dalam durasi waktu yang lebih singkat
Menurut sebuah penelitian pada jurnal Pediatrics berhasil menemukan hubungan antara anak mendengkur dan berkurangnya durasi minum Air Susu Ibu (ASI). Masih belum ditemukan pasti alasan dari hubungan keduanya. Akan tetapi, risiko anak mendengkur akan semakin meningkat jika durasi minum ASI berkurang.
11. Obstructive sleep apnea (OSA)
OSA merupakan kondisi henti napas yang terjadi berulang kali saat tidur. Kondisi ini termasuk berbahaya dan membutuhkan penanganan dokter karena bisa menyebabkan kematian mendadak. Jika si Kecil mengidap OSA biasanya akan mendengkur keras setiap malam, sehingga tidurnya pun menjadi tidak nyenyak.Cara Mengatasi Anak Mendengkur
Apabila Mama Papa ingin mengatasi mendekur pada anak diperlukan penanganan yang tepat. Sebab jika tidak segera ditangani keadaan ini justru dapat menurunkan kualitas tidur anak bahkan memicu gangguan tidur kronis. Berikut ini tips yang bisa Mama Papa lakukan, diantaranya;-
Menggunakan uap air hangat dan pelembap udara
-
Menggunakan pipet pembersih hidung bayi
Baca juga: 7 Tips Mendampingi Anak Belajar untuk Menghadapi Ujian
-
Menjauhkan bayi dari pemicu alergi
-
Memperbaiki posisi tidur bayi

