Hati-Hati, 5 Perilaku Orang Tua Yang Bisa Menyakiti Hati Anak!

Oleh Tanggal 23 Juli 2020

Hati-Hati, 5 Perilaku Orang Tua Yang Bisa Menyakiti Hati Anak!
Setiap orang pasti ingin menjadi orang tua yang baik dan menjadi panutan bagi sang anak. Namun, dalam kenyataannya orang tua kerap kali mengawasi dan memperlakukan anak secara berlebihan. Meski tujuannya demi kebaikan, namun hal tersebut bukanlah cara efektif dan orang tua seperti ini dikenal dengan istilah toxic parents. Berikut beberapa perilaku orang tua yang bisa menyakiti hati anak dan sebaiknya wajib Mama Papa hindari.

Membandingkan anak dengan orang lain

Perilaku orang tua yang paling menyakitkan hati anak dan sering dilakukan yakni membandingkannya dengan anak lain. Para orang tua beranggapan dengan membandingkan hal tersebut dapat membuat anak menjadi lebih baik. Pada kenyataannya, cara ini malah membuat anak semakin membangkang dan merasa rendah diri. Terlebih lagi bila yang dibandingkan di luar kemampuan sang anak. Hal sederhananya adalah mengenai nilai pelajaran di sekolah. Orang tua si A kerap kali membandingkan anaknya dengan si B yang memiliki nilai lebih tinggi dalam hal matematika semisalnya. Cobalah sebaiknya hindari hal ini dan mulailah untuk mengajari anak untuk mendapatkan nilai lebih baik tanpa harus membandingkannya.

Selalu berprasangka buruk pada anak

Berprasangka buruk terhadap anak justru bukan membuat masalah menjadi cepat selesai ketika terjadi permasalahan. Perilaku orang tua seperti ini justru memperuncing keadaan dan dapat membuat hubungan anak dan orang tua meradang. Sebaiknya orang tua perlu membuang jauh-jauh pikiran dan sikap negatif. Pikiran yang negatif dan cenderung menuding anak karena berbuat salah akan membuat anak tertekan. Anak juga memiliki pendirian maupun pemikirannya sendiri. Tak ada salahnya memberikan kepercayaan kepada mereka tanpa harus memarahinya. Di samping itu, Mama Papa perlu melakukan pengawasan sewajarnya dan berilah teguran ketika anak berbuat kenakalan.

Mengekangnya secara berlebihan

Toxic parents atau perilaku orang tua yang bisa menyakiti hati anak berikutnya ialah ketika mencoba mengekangnya secara berlebihan. Anak-anak ingin kehidupan yang bebas dalam menemukan kebahagiaan. Hal ini bisa mereka lakukan dengan bermain atau berteman dengan anak seusia mereka dan siapa saja. Di sisi lain, orang tua merasa khawatir anak akan terjerumus ke pergaulan tidak baik dan mengekangnya tidak boleh bermain di luar rumah. Mama Papa pun tidak seharusnya mengatur anak terlalu jauh. Sebagai contoh, anak lebih suka bermain bola dan orang tua menginginkan anaknya untuk belajar musik. Sebaiknya orang tua lebih membebaskan pilihan anak dan jangan memaksanya mereka untuk hal yang tidak disukai dan terlalu banyak kegiatan sehingga mereka tidak memiliki waktu untuk melakukan apa yang disukai.

Menuntutnya menjadi dewasa

Setiap orang memiliki masa untuk menjadi dewasa masing-masing. Permasalahan yang terjadi adalah perilaku orang tua yang menuntut anak menjadi dewasa sebelum waktunya. Ingat, anak memang membutuhkan dan ingin merasakan kehidupan sesuai usianya. Misalnya bermain bersama teman sebayanya. Jadi, biarkan mereka menikmatinya dan jangan memaksanya untuk memikul tanggung jawab yang bukan semestinya. Jika ingin anak bersikap dewasa, cara yang paling efektif adalah dengan membimbingnya secara perlahan dan ajarkan tanggung jawab sesuai kapasitasnya. Mulailah dari hal kecil seperti membereskan mainan, mandi, dan makan sendiri. Dengan membiasakan hal tersebut, anak akan belajar untuk menjadi dewasa dan mandiri.

Kurang menghargai apa yang mereka inginkan

Perilaku orang tua yang tak kalah menyakiti hati anak adalah tidak atau kurang menghargai apa yang diinginkannya. Orang tua mana yang tidak ingin yang terbaik untuk sang anak, namun terkadang keinginan orang tua berlainan dengan apa yang anak inginkan. Contoh kasus yang paling banyak terjadi adalah ketika memilihkan sekolah untuk anak. Orang tua menginginkan sekolah dengan fasilitas terbaik, akan tetapi anak lebih memilih sekolah biasa dengan alasan dengan alasan dekat dengan teman-temannya. Jika Mama Papa terus memaksakan hal tersebut, anak akan menjadi stres dan menjadi malas dan tidak fokus belajar. Maka, sebelum memilihkan sekolah untuk anak tanyakan terlebih dahulu keinginan mereka. Kemudian, bisa mencari dengan jalan tengah terbaik agar kedua belah pihak puas. Jika tidak menemukan jalan tersebut, tidak ada salahnya bila orang tua mengalah terhadap keinginan anak. Kini setelah Mama Papa mengetahui perilaku orang tua yang menyakiti anak tersebut, saatnya untuk melakukan pendekatan lebih personal dalam menghadapi setiap permasalahan anak. Dengan demikian, hubungan antara anak dan orang tua tetap terjaga dengan baik. Mama Papa dapat mengetahui mengenai informasi dan ide aktivitas lainnya yang dapat membantu Mama Papa untuk mendidik si kecil di laman Info dan Tips Kiddo.id  Gambar: Freepik

Yang Ada di Kiddo.id

Marketplace Aktivitas

premium

Konten Premium

milestone

Tes Gratis


Baca Juga