Anak susah makan sayur dan pilih-pilih saat menyantap makanan? Jika dibiarkan larut terus-menerus, maka akan jadi kebiasaan buruk, lho!
Kiddo.id akan mengulas cara mendidik anak yang susah makan sayur. Namun, sebelum lanjut membahas poin tersebut, mari kita kupas bersama apa saja akibat buruk yang timbul apabila anak dibiasakan dengan sikap
‘picky eater’ saat makan.
Alasan Anak Menjadi Pemilih Saat Makan
Terkadang ada saatnya saat menyantap makanan, anak akan menyisihkan beberapa jenis makanan yang ia anggap tidak lezat. Misalnya, menghindari jenis makanan tertentu dalam satu menu; menyantap bakso dan mie tanpa sayur. Atau memilih untuk makan telur dan ayam saja tanpa memerhatikan keseimbangan gizi mereka. Lantas, mengapa seorang anak tiba-tiba menjadi pilih-pilih saat menyantap makanan?
Ada kondisi tertentu dimana anak tiba-tiba menjadi sensitif dan menghindari beberapa jenis makanan. Padahal sebelumnya tak pernah ada masalah dengan menu yang selama ini disediakan. Ada berbagai kemungkinan yang menyebabkan anak tiba-tiba menghindari mengonsumsi jenis makanan tertentu, di antaranya adalah:
- Anak menjadi lebih intuitif
Ada masanya
anak mulai mengenali rasa dari makanan yang selama ini mereka santap. Mereka menyadari bahwa makanan yang bagus adalah makanan yang enak, dan beranggapan makanan berwarna hijau terasa kurang cocok di lidahnya. Anak mulai intuitif dan mengingat bentuk, warna, nama makanan yang mereka konsumsi. Jika merasa kurang cocok, mereka akan mengenali makanan tersebut dan menolak menyantapnya.
- Anak belajar mengenai apa yang mereka suka dan tidak sukai
Sama seperti orang dewasa, ada kalanya anak memiliki preferensi pribadi terhadap makanan yang ia sukai dan tidak sukai. Misalnya, jika mereka tidak suka minuman yang terlalu kental, mereka akan menghindari jus buah atau olahan makanan tertentu yang terlalu kental. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk memahami apa saja makanan yang anak sukai dan tidak sukai. Situasi tersebut dapat diatasi dengan menyediakan berbagai jenis makanan dengan kandungan gizi yang sama.
- Anak menunjukkan sikap lebih mandiri
Ada masanya dimana anak mulai bisa bicara, berjalan, dan beraktivitas lebih luas, mereka memiliki kendali untuk bersikap. Misalnya, menutup mulut saat disuapi makanan, atau berlari saat disuruh makan. Sikap tersebut muncul karena anak mulai merasa mandiri dan bisa menunjukkan keputusan melalui sikapnya
- Tidak ada keinginan untuk mencoba makanan baru
Terkadang anak merasa cocok dengan jenis lauk pauk tertentu dan menolak untuk mencoba makanan baru. Selain itu,
Monell Chemical Senses Center di Philadelphia menemukan bahwa ketakutan untuk mencoba makanan baru juga disebut sebagai
neophobia.
Selanjutnya, bagaimana jika anak secara spesifik menghindari untuk makan sayuran? Berikut ulasan Kiddo.id mengenai cara mendidik anak yang susah makan sayur.
Mengatasi Anak Susah Makan Sayur
Sikap pilih-pilih makanan sebagian besar dialami oleh anak yang tidak menyukai sayuran. Pada kondisi tertentu, anak akan menolak saat mengetahui ada beberapa sayuran yang tidak sukai berada di piringnya. Situasi tersebut tentu saja akan merugikan, sebab anak yang tidak suka makan sayur akan mengalami gangguan pencernaan. Hal tersebut akan berakibat pada jadwal buang air besar yang kacau dan menyebabkan sembelit. Selain itu, ketika tubuh kekurangan serat maka kemampuan usus dalam menyerap air turut terganggu.

Berikut
tips mengatasi anak susah makan sayur tanpa disertai dengan paksaan, ancaman, maupun mengiming-imingi anak dengan
reward tertentu.
Perbanyak Inovasi Masakan dari Sayur
Selain memperbanyak inovasi, yang terpenting supaya anak mau makan sayur adalah membuat sayuran jadi terasa enak. Kenali selera dan amati anak lebih mudah makan sayur ketika dimasak seperti apa. Sajikan sayuran yang lezat dengan berbagai resep bumbu alami dan hindari terlalu banyak penggunaan minyak.
- Hidangkan Sayur dengan Lauk Favoritnya
Setiap anak pasti memiliki makanan favoritnya. Anda bisa menghidangkan sayur bersamaan dengan lauk-pauk favorit mereka. Terlepas apapun yang jadi pilihannya, ingat selalu bahwa makanan yang baik adalah makanan yang higienis dan nilai gizinya sesuai dengan kebutuhan anak.
- Jangan Terlalu Menekan Anak
Saat menasehati atau meminta anak untuk makan sayur, upayakan untuk tidak menunjukkan sikap memaksa ataupun nasehat bersifat menekan., Ingat selalu dengan konsep
parents provide, child decides, “orangtua menyediakan, anak yang mengambil keputusan.” Memaksa anak untuk makan apa yang mereka tidak sukai justru membuat mereka semakin benci makan sayur.
- Jangan Biasakan Memberi ‘Reward’ atau Iming-iming Lainnya
Biasanya sebagian orangtua menggunakan strategi
reward supaya anak menuruti perintah. misalnya: jika tidak makan sayur makan tidak diperbolehkan menonton televisi kesukaannya, dijanjikan menyantap es krim setelah makan siang, atau iming-iming lainnya supaya anak patuh. Cara seperti itu menyebabkan anak makan sayur karena menginginkan imbalan semata. Jika cara tersebut dibiarkan, maka bisa jadi kebiasaan yang kurang baik.
- Jangan Berhenti Mengenalkan Sayuran Baru!
Ada berbagai macam sayuran yang bisa dikenalkan kepada anak. Namun, tidak semua sayur cocok di lidah mereka. Sebagian anak-anak mungkin beranggapan bahwa ‘semua sayur rasanya sama saja dan membosankan’. Namun, jangan pernah menyerah mengenalkan sayuran kepada mereka. Strategi membuat
bento box yang lucu dan unik barangkali jadi pilihan tepat untuk menarik perhatian mereka.
Cara mendidik anak selanjutnya adalah sesekali ajak mereka untuk terlibat saat memasak. Ajak mereka untuk belanja dan memilih sayur apa saja yang hendak diolah, atau jika memungkinkan berikan kesempatan bagi mereka untuk memiliki pengalaman berkebun/panen sayuran. Beri mereka ruang untuk melibatkan diri membuat sesuatu di dapur. Namun, ingat selalu untuk memberikan mereka tugas yang mudah dan hindari menggunakan peralatan yang hanya boleh dilakukan oleh orang dewasa, seperti pisau dapur dan kompor.
- Pimpin Anak dan Berikan Contoh!
Apakah Anda secara pribadi tidak menyukai sayuran tertentu? Anak bisa saja bertanya mengapa dirinya harus makan sayur A jika orangtuanya juga tidak menyukai sayur tersebut. Maka, cara terbaik untuk membiasakan anak mengkonsumsi sayur adalah memberikan contoh kepada mereka secara langsung. Melihat orangtua yang lahap menyantap sayur barangkali menolong mereka untuk memiliki keinginan yang sama, mencicipi sayuran yang disantap oleh orangtuanya.
Itulah alasan mengapa anak mendadak jadi
‘picky eater’ sekaligus cara mendidik anak yang susah makan sayur. Jangan terlalu cemas apabila anak di situasi tertentu tiba-tiba menolak mengonsumsi sayuran. Anda butuh waktu untuk mengenali alasan mereka bersikap seperti itu dan bisa mengatasinya dengan cara-cara di atas. Untuk informasi dan tips parenting lainnya, baca terus artikel di
Kiddo.id, ya!