Bakat adalah potensi yang dimiliki seseorang. Umumnya, bakat dimiliki seseorang sejak ia dilahirkan ke dunia. Tentunya, setiap individu pasti memiliki bakat, tinggal bagaimana ia mengasahnya. Tidak terkecuali dengan buah hati Mama Papa. Mereka tentu memiliki bakat tersendiri. Namun, sayangnya bakat tidak dapat diasah jika tidak dieksplor secara tepat. Berikut ini beberapa cara yang bisa diikuti untuk mengeksplor bakat anak.
Buka kesempatan baginya mengenal hal baru
Bakat tentu tidak akan muncul begitu saja. Agar bakat benar-benar muncul dalam diri seseorang, si kecil perlu beberapa dorongan. Salah satu dorongan tersebut bisa berupa pengenalan terhadap hal-hal baru di luar kebiasaan. Pada anak-anak yang masih belum terlihat jelas bakatnya, ini merupakan cara yang tepat untuk diterapkan Coba perkenalkan anak pada hal-hal yang mungkin menarik minatnya. Mama Papa bisa mengajaknya pergi ke sanggar tari, pameran seni, atau bahkan menonton film dan membaca buku. Dari sini Mama Papa dapat mengobservasi bakat apa yang kira-kira dimiliki si kecil. Langkah ini juga dapat menjadi jalan bagi Mama Papa untuk lebih mengenal kepribadian anak.
Perhatikan kebiasaan anak
Mengamati dan mengeksplorasi bakat anak, merupakan cara pertama yang mungkin dapat dilakukan apabila Mama Papa masih kebingungan.. Amati kebiasaan buah hati, seperti hal-hal yang disukainya atau yang membuatnya bersemangat. Apabila diamati dengan cermat, akan tampak pola khusus yang menampilkan minat si kecil.Minat yang terlihat merupakan bakat yang belum terasah. Dukung anak untuk mengolah hal tersebut. Mama Papa bisa berkonsultasi dengan gurunya di sekolah, apabila memang belum terlalu yakin. Guru mungkin akan memiliki perspektif lain tentang minat yang bisa menjadi bakat anak. Selalu berikan perhatian terhadap minat si kecil adalah kunci dalam mengeksplor bakat
Terapkan komunikasi positif
Seorang anak lahir ke dunia tanpa memahami apa pun. Sudah menjadi tugas Anda untuk mengenalkan dan mengajari anak tentang dunia ini, termasuk bakatnya sendiri. Mereka butuh dampingan Anda untuk bisa mengenali dan mengeksplor bakatnya lebih jauh. Bagaimana bentuk pendampingan yang tepat?Usahakan untuk selalu menerapkan komunikasi positif. Komunikasi positif di sini berarti Anda menempatkan diri untuk bersikap terbuka pada anak. Komunikasi pun selalu berjalan dua arah, artinya ada ruang bagi anak untuk menanggapi perkataan Anda. Kebiasaan ini akan membuat anak tidak ragu untuk selalu mencurahkan perasaannya pada orang tua, sehingga Anda pun bisa lebih mudah mengeksplor bakatnya.
Jangan memaksakan kehendak
Pola pikir orang tua yang merasa sebagai pihak yang paling tahu, merupakan kebiasaan buruk yang perlu dihindari. Jangan terlebih dahulu merasa paling paham dengan bakat yang dimiliki anaknya. Terutama apabila tidak pernah ada diskusi dengan si kecil tentang itu. Jika dibiarkan berlarut-larut, hal ini jelas akan berbahaya bagi si kecil.Anak akan merasa tertekan karena tidak bisa maksimal mengasah “bakatnya” atau kegiatan yang paling diminati.Terlebih lagi, bisa jadi ia merasa tidak kompeten untuk melakukan hal lain. Untuk itu, sebaiknya Mama Papa tidak memaksakan kehendak. Mama Papa boleh mengarahkan anak pada hal-hal positif, tapi selalu amati reaksinya. Jika memang ia tidak berminat, jangan memaksakan anak untuk melakukannya.
Rutin melakukan evaluasi
Memang tidak semua kesukaan atau minat si kecil adalah bakatnya. Untuk itu, Mama Papa perlu melakukan evaluasi secara rutin. Ketika ia sedang menekuni minatnya, lihat dan cermati reaksi si kecil. Apakah terlihat ada perkembangan atau ia justru terlihat bosan setelah beberapa waktu? Amati juga apakah ada distraksi yang mengganggu anak saat menekuni minatnya.Mama Papa dapat mengasah minat tersebut menjadi sebuah bakat apabila memang tampak ada perkembangan. Ikutkan si kecil dalam perlombaan untuk mengukurnya. Namun, jika setelah evaluasi anak justru menunjukkan hal yang sebaliknya, Anda perlu mengeksplor bakatnya lebih jauh lagi. Kuncinya adalah tetap bersabar.
Selalu beri dukungan
Dalam eksplorasi bakat, setiap anak memiliki ritme yang berbeda-beda. Ada yang begitu cepat menemukan bakatnya, namun ada juga yang memerlukan waktu lebih. Maka, tidak mengherankan jika anak mungkin merasa lelah atau bosan saat mengeksplor bakatnya sendiri. Bahkan memungkinkan jika ia memilih menyerah di tengah jalan.Untuk itulah peran Mama Papa sebagai orang tua menjadi sangat penting. Bukan hanya sebagai fasilitator bagi anak, tetapi keberadaan Mama Papa juga sebagai penyemangat. Usahakan untuk selalu memberi dukungan pada anak. Si kecil mungkin akan memilih jalan yang tidak pernah diduga, namun bukan berarti Mama Papa lantas berbalik dan tidak mendukung keputusannya. Jika Mama Papa tidak memberinya dukungan, siapa lagi?Mengeksplor bakat anak jelas bukanlah perkara gampang. Mama Papa mungkin harus melalui proses panjang untuk dapat menemukan bakat si kecil. Walau begitu, bukan berarti mustahil untuk mengenal dan mengasah bakat anak. Ketahui informasi atau tips parenting lainnya yang dapat membantu Mama Papa untuk mendidik si kecil di laman Parenting Kiddo.id Gambar: PxHere