6 Hal yang Memengaruhi Kesehatan Mental Anak

Oleh Tanggal 20 Januari 2021

6 Hal yang Memengaruhi Kesehatan Mental Anak
Dorongan dari orang tua yang perfeksionis, orang tua yang terlalu memanjakan anak, bullying, anak yang kecanduan gadget, kurang tidur, serta orang tua yang kurang memperhatikan anak menjadi faktor-faktor yang dapat mengganggu kesehatan mental anak. Gangguan kesehatan mental tidak hanya menyerang orang dewasa saja, namun juga anak-anak. Bahkan dalam kebanyakan kasus, gangguan kesehatan mental yang dialami orang dewasa bermula dari peristiwa dan pola asuh di masa kanak-kanak. Maka dari itu, penting sekali bagi setiap orang tua untuk memperhatikan dan mewaspadai hal-hal berikut ini yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental anak.

Orang Tua yang Perfeksionis

Kebiasaan orang tua yang menuntut nilai sempurna di setiap pelajaran atau sikap baik pada anak bisa berakhir dengan gangguan kesehatan mental si kecil. Memang, kebiasaan ini berakar pada rasa sayang orang tua kepada anak dan harapan agar anak bisa mendapatkan hidup yang lebih baik. Namun nyatanya, tidak ada orang yang benar-benar sempurna, bukan? Maka dari itu, Mama dan Papa yang cenderung perfeksionis harus mengubah pola asuh. Alih-alih mengharuskan anak untuk selalu sempurna, lebih baik motivasi anak untuk memberikan upaya terbaik. Beri ia ruang untuk mengeksplorasi bakat, niat, dan hobinya secara aktif.

Anak yang Terlalu Dimanja

Boleh saja sesekali memenuhi keinginan anak, namun jangan terlalu sering dilakukan karena malah akan membuat anak terbiasa untuk meminta ketimbang berusaha mendapatkan apa yang ia mau. Sikap memanjakan anak pun berdampak negatif pada kesehatan mental anak. Akhirnya, si kecil jadi sulit untuk menerapkan disiplin diri. Mama dan Papa bisa mengakalinya dengan memberikan pengertian kepada anak mengapa ia belum bisa mendapatkan hal yang diinginkan. Ambil contoh si kecil ingin mainan baru, padahal baru saja sebulan lalu dibelikan mainan baru. Anda bisa menolak dengan alasan si kecil sudah memiliki cukup mainan.

Baca juga: Atasi Rasa Tidak Percaya Diri Pada Anak dengan 5 Tips Ini

 

Bullying

Sebagai orang tua, Anda tidak bisa selalu mengawasi setiap gerak-gerik si kecil selama 24 jam, apalagi saat di sekolah. Sayangnya, kasus bullying pada anak masih sering terjadi. Bullying tidak hanya meliputi kekerasan fisik, tetapi juga kekerasan verbal dan psikologis. Bullying akan sangat berdampak pada kesehatan mental anak dan efeknya berjangka panjang. Si kecil bisa saja menjadi tersangka maupun korban bullying, keduanya tetap memberikan dampak buruk bagi kesehatan mental anak. Anda harus peka terhadap perubahan emosi anak. Beri pengertian kepada si kecil bahwa aksi bullying ini tidak baik. Jika Anda melihat si kecil sering pulang dengan luka-luka kecil atau mendadak menjadi pendiam dan sering murung, ajak ia mengobrol dan tekankan bahwa si kecil boleh menceritakan apa saja kepada Anda tanpa perlu khawatir.

Waktu Tidur yang Kurang

Kurang tidur bisa membuat si kecil memiliki mood yang naik turun dan susah konsentrasi. Akibatnya, si kecil berisiko mengidap gangguan kesehatan mental seperti bipolar disorder, ADHD, sampai depresi. Oleh sebab itu, biasakan si kecil untuk tidur setidaknya 8-9 jam setiap hari. Ajak juga si kecil untuk tidur siang. Apabila anak Anda susah tidur, cek penyebabnya. Mungkin ia takut dengan gelap atau kurang mampu menenangkan diri. Mama atau Papa bisa membacakan dongeng sebelum tidur agar si kecil bisa lebih mudah terlelap.

Terlalu Sering Bermain Gadget

Kesehatan mental anak juga bisa terganggu bila si kecil terlalu sering bermain gadget. Ingat, setiap usia anak memiliki screen time yang berbeda-beda. Untuk anak di atas 3 tahun, screen time yang disarankan hanya 1-2 jam saja. Semakin sedikit akan semakin baik. Anak yang kecanduan gadget akan memiliki gangguan kesehatan mental anak di mana ia akan semakin sulit untuk menyerap materi pelajaran dan merasa cemas berlebihan karena terlalu sering memikirkan tentang game yang dimainkan.

Kurang Perhatian Orang Tua

Berbanding terbalik dengan sikap memanjakan anak, terlalu menyepelekan keinginan si kecil juga berdampak buruk bagi kesehatan mental anak. Sama seperti orang dewasa, anak-anak pun ingin didengar dan dimengerti oleh orang tuanya. Ketika si kecil berbicara soal hobi, hal favorit, aktivitas, ataupun sering bertanya, maka Mama dan Papa harus sabar menyikapinya. Hindari kalimat seperti “Tidak perlu menangis,” atau “Nanti saja, Mama sibuk.” Si kecil berisiko tumbuh menjadi sosok yang rendah diri dan tertutup, bahkan cenderung tidak nyaman ketika harus berinteraksi dengan orang tuanya sendiri. Mama dan Papa perlu memperhatikan kondisi kesehatan mental anak. Waspadai hal-hal di atas agar kesehatan mental anak selalu terjaga. Selain itu, Mama dan Papa juga bisa membantu tumbuh kembang si kecil melalui aktivitas-aktivitas edukatif yang menyenangkan di Kiddo.id! Gambar: Freepik

Yang Ada di Kiddo.id

Marketplace Aktivitas

premium

Konten Premium

milestone

Tes Gratis


Baca Juga