6 Cara Mengajarkan Anak Literasi dalam Kehidupan Sehari-Hari, Awali dari Sekarang

Oleh Tanggal 30 April 2023 7 menit

6 Cara Mengajarkan Anak Literasi dalam Kehidupan Sehari-Hari, Awali dari Sekarang

Mengajarkan kemampuan literasi sejak dini pada anak sangat penting. Hal ini meliputi kemampuan baca, tulis, hitung (calistung), serta kemampuan lain yang terkait dengan kehidupan sehari-hari anak.


Kemampuan literasi sebenarnya meliputi seluruh kemampuan dalam diri anak, sehingga perlu dikembangkan sedini mungkin sebagai fondasi bagi kemampuan literasi anak di masa depan. Namun, pendekatan yang dilakukan tidak boleh terlalu serius dan memaksa anak untuk belajar membaca, menulis, dan berhitung seperti orang dewasa. 


Sebaliknya, metode belajar harus sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kesiapan anak agar tidak menimbulkan stres yang dapat mengganggu perkembangan anak.


Baca juga: 5 Manfaat Mengenalkan Karya Sastra pada Anak, Biar Hobi Membaca


Cara mengajarkan anak literasi

ilustrasi anak membaca buku (pexels.com/Artem Podrez)

Papa dan Mama perlu memikirkan cara pembelajaran yang tepat untuk mengembangkan kemampuan pra literasi si Kecil sesuai dengan tahapan perkembangannya. Terdapat beberapa elemen yang perlu diperhatikan seperti pemahaman bahasa lisan, pengenalan buku, pemahaman kata dan bunyi, pengenalan huruf atau alpabet, serta pemahaman tulisan.


Agar bisa membuat strategi literasi yang tepat, Papa dan Mama bisa mengikuti tahapan yang disarankan oleh Kemendikbud Ristek. Dengan begitu, proses pembelajaran pra literasi si Kecil dapat berlangsung secara efektif dan efisien.


1.Literasi berbasis bermain

Si Kecil akan belajar banyak hal melalui bermain. Namun, sebagian orang tua ingin anak mereka belajar sedini mungkin dengan mengurangi waktu bermainnya. Padahal, belajar pada anak usia dini terutama melalui kegiatan bermain yang menyenangkan. Oleh karena itu, Pendidikan Anak Usia Dini seharusnya menerapkan istilah Learning by Playing (belajar melalui bermain).


Ketika anak bermain, mereka akan membangun kemampuan literasinya berdasarkan pengalaman yang mereka temui selama bermain. Hal ini membuat anak merasa seperti sedang bermain, bahkan belajar pun menjadi menyenangkan. Melalui permainan, anak-anak mampu menceritakan pengalaman mereka selama bermain, yang menjadi inti dari pengembangan kemampuan pra literasi.


2. Orang tua membacakan buku kepada anak

Si Kecil belajar bahasa, fungsi bahasa, dan cara menggunakan bahasa melalui interaksi sosial, terutama di keluarga. Oleh sebab itu, Papa dan Mama sebagai figur utama di keluarga perlu memberikan contoh yang baik. Ketika Papa dan Mama rajin membacakan buku kepada anak, secara perlahan anak akan tertarik dengan aktivitas membaca buku tersebut.


Tidak hanya itu, membacakan buku juga memberikan kesempatan bagi orang tua untuk berinteraksi secara aktif dengan anak. Papa dan Mama dapat memanfaatkan isi cerita untuk menjadi bahan percakapan yang dapat menggali potensi Si Kecil lebih dalam lagi.


3. Literasi dikembangkan sesuai kondisi lingkungan

Ketika Papa dan Mama berbicara dengan si Kecil, sebaiknya topik yang dibicarakan adalah hal-hal yang berhubungan dengan lingkungan sekitar. Misalnya, jika tinggal di kawasan pantai, ceritakan tentang kehidupan nelayan. Jika tinggal di desa, ceritakan tentang petani dan pertanian. Demikian juga jika tinggal di kota, bicarakan tentang hal-hal yang biasa terjadi di kota.


Hal ini bertujuan untuk memudahkan si Kecil memahami cerita yang diceritakan. Dengan menggunakan pengalaman yang mereka miliki, si Kecil dapat lebih mudah menangkap dan memahami isi cerita tersebut. Selain itu, hal ini juga dapat memperluas pengetahuan si Kecil tentang lingkungan sekitarnya.


4. Berangkat dari hobi dan minat anak

Papa dan Mama perlu memperhatikan minat si Kecil dan memberikan dukungan dengan menyediakan materi dan kegiatan yang sesuai. Misalnya, jika si Kecil suka melukis, sediakanlah perlengkapan melukis untuk menunjang minatnya.


Memberikan kesempatan pada si Kecil untuk bermain dan berpikir adalah penting agar kreativitasnya dapat berkembang. Papa dan Mama dapat mulai memberikan kegiatan yang disesuaikan dengan minat dan ide si Kecil. Hal ini juga berarti memperhatikan dengan serius apa yang dikatakan si Kecil dan mendengarkan dengan penuh perhatian.


5. Pengembangan literasi melalui budaya daerah

Si Kecil akan semakin memahami bahasa daerah dan budaya sekitarnya dengan seringnya ia mendengarkan bahasa tersebut. Hal ini akan menumbuhkan kesadaran fonologinya dan mengembangkan kemampuan kognitifnya.


Kesadaran fonologi dan kognitif inilah yang menjadi dasar untuk mengembangkan pra literasi anak. Dengan terus mendengarkan bahasa sekitarnya, anak dapat membangun pengetahuan dan memahami budaya di sekitarnya secara lebih baik.


6. Berikan umpan balik kepada anak

Anak-anak memiliki tingkat penguasaan bahasa yang berbeda-beda, tergantung dari lingkungan mereka belajar bahasa, baik itu di rumah maupun di sekolah. Oleh karena itu, orang tua harus merespon pembicaraan anak dengan aktif dan mengajak mereka berbicara, bercerita, dan bercakap-cakap. Hal ini akan membantu meningkatkan kosa kata anak dan kemampuan bahasa mereka di usia dini.


Untuk mencapai keberhasilan dalam mengembangkan keterampilan bahasa anak, diperlukan penguatan dari lingkungan baik secara internal maupun eksternal. Lingkungan yang kondusif dan interaksi verbal yang memadai, serta kegiatan stimulasi lainnya, akan membantu anak meningkatkan kemampuan bahasa mereka.


Itulah enam cara mudah untuk mengajarkan literasi pada si Kecil. Ingatlah bahwa membantu si Kecil mengembangkan keterampilan literasi akan memberikan dampak positif dalam kehidupannya di masa depan, seperti meningkatkan kemampuan berpikir kritis, membangun koneksi saraf dalam otak, dan memperluas pengetahuan. 


Sebagai langkah awal untuk mengenalkan buku pada si Kecil, Papa dan Mama bisa menyiapkan buku cerita yang menarik, lho. Tak perlu bingung, ada buku cerita dan aktivitas anak Kio & Friends - Rayakan Keunikanmu yang bisa dijadikan pilihan. Lewat buku ini, si Kecil bisa mengeksplorasi minat dan berbagai tipe kecerdasan, serta hal seru lainnya, lho. Ada harga khusus bila Papa dan Mama ikut pre-order hingga 31 Mei 2023. Tunggu apalagi? Yuk, stimulasi perkembangan si Kecil bersama Kiddo.id dan unduh aplikasinya di Google Play.


Baca juga: 7 Kesalahan Orang tua yang Membuat Anak Malas Membaca, Ubah Mulai Sekarang

Yang Ada di Kiddo.id

Marketplace Aktivitas

premium

Konten Premium

milestone

Tes Gratis


Baca Juga