Mama Papa tentu sudah tidak asing lagi dengan permainan Playdough.Playdough merupakan mainan yang berbentuk seperti adonan clay, terbuat dari tepung, air, garam, asam borat, dan minyak mineral. Si Kecil dapat memainkan Playdough dengan cara mengubah adonan tersebut menjadi bentuk yang ia sukai! ular, bunga, rumah….apapun! Menyenangkan sekali bukan? Tidak heran anak-anak sangat menyukai permainan ini. Selain menyenangkan, permainan ini juga dapat dijadikan sebagai media edukasi dan pengembangan diri bagi anak, lho. Begitu banyak manfaat yang didapatkan ketika si kecil bermain dengan Playdough.
Tampak sederhana, namun ternyata bermain playdough meningkatkan keterampilan motorik, sensorik, sosiologis, kreativitas, bahasa dan literasi, hingga sains dan matematika. Pada artikel kali ini, Kiddo akan membagikan informasi mengenai manfaat apa saja yang didapatkan ketika si kecil bermain Playdough. Bermain sambil belajar… mengapa tidak? Yuk, kita simak terus artikel ini.
Meningkatkan Kemampuan Motorik
Kemampuan motorik merupakan kemampuan penggunaan otot-otot tubuh si kecil. Ketika anak menekan, menggulung, meratakan, membentuk, mencetak atau memotong Playdough, ia memperkuat otot-otot tangannya. Membentuk Playdough membantu tangan si kecil meningkatkan kekuatan, ketangkasan, dan kontrol diri. Bermain Playdough juga membantu si kecil untuk mengenali barang sehari-hari seperti gunting, pensil, resleting, dan kancing. Otot-otot tangan anak yang diperkuat membantu meningkatkan keterampilan motorik halus anak.
Meningkatkan Kreativitas Anak
Bermain Playdough memberi anak kemungkinan tak terbatas untuk membentuk adonan menjadi makanan, hewan, dekorasi, bunga, dan masih banyak lagi! Maka dari itu, bermain Playdough dapat mendorong anak untuk menggunakan imajinasinya dan menggali kreativitasnya seluas mungkin. Saran untuk Mama Papa, gunakan alat-alat lain seperti peniti, kancing, atau kertas untuk meningkatkan imajinasi kreatifnya.
Meningkatkan Kemampuan Sosiologis
Kemampuan sosiologis adalah kemampuan anak untuk peka terhadap permasalahan sosial di sekitar. Ketika si kecil bermain Playdough bersama dengan Mama Papa, teman-teman atau saudara, mereka akan berinteraksi dan berbicara untuk membahas masalah dan menemukan solusi. Mereka dapat berdiskusi untuk menciptakan suatu bentuk Playdough dan belajar untuk menjadi lebih kooperatif dengan sesama. Selama bermain dengan orang lain (baik dewasa atau anak-anak) si kecil belajar tentang kerja sama, kolaborasi, dan kontrol diri. Dengan demikian, bermain Playdough akan meningkatkan keterampilan sosial anak.
Meningkatkan Rasa Ingin Tahu dan Pengetahuan
Ketika si kecil bermain Playdough, ia disajikan adonan dalam berbagai warna dan jumlah yang perlu dibentuk menjadi suatu objek. Ketika si kecil mencampur 2 adonan warna yang berbeda secara bersama-sama dan menemukan warna baru, atau ketika ia belajar membentuk adonan menjadi bentuk yang berbeda, rasa penasaran si kecil menjadi meningkat. Hal ini mendorong anak untuk mengajukan berbagai pertanyaan yang akan membantu meningkatkan pengetahuannya. Selain itu, selama bermain Playdough, anak akan dihadapkan dengan berbagai tantangan dan kesalahan. Tantangan dalam menciptakan bentuk, membandingkan ukuran, atau mencampurkan warna, menjadikan si kecil mulai mengenali konsep matematika dan sains dalam kehidupan sehari-hari
Meningkatkan Kemampuan Literasi
Ketika Si kecil mendiskusikan apa yang akan mereka ciptakan, mereka memperluas kosa kata mereka. Ketika bermain, Mama Papa dapat mengajukan pertanyaan kepada si kecil, agar mereka belajar mendengarkan. Begitu banyak kemampuan literasi yang berkembang, seperti memahami, mendengarkan, dan berkomunikasi.
Gambar: 123rf