Minta maaf bisa dibilang merupakan sebuah tindakan sepele, namun sangat sulit dilakukan. Tidak semua orang mudah meminta maaf saat melakukan kesalahan. Umumnya manusia akan terbawa ego dan perasaan tidak ingin kalah. Padahal anak yang minta maaf justru merupakan sebuah tindakan terpuji yang menunjukkan kebijaksanaan seseorang.Mama Papa tentu ingin sifat ini ada pada si kecil bukan? Untuk itu, perlu bagi orang tua mengajarkan pada anak tentang meminta maaf. Berikut ini beberapa cara mudah mengajarkan anak untuk minta maaf.
Kenalkan konsep minta maaf
Tidak ada manusia yang bisa tiba-tiba tahu harus melakukan apa saat dilahirkan. Manusia belajar dari pengalaman serta guru yang ada dalam kehidupan untuk mengetahui beragam hal baru. Begitu pula dengan anak dan minta maaf. Si kecil kemungkinan besar tidak memahami seperti apa konsep minta maaf.Maka sudah menjadi tugas utama Mama Papa sebagai orang tua untuk mengenalkannya. Sebagai langkah awal, Mama Papa bisa mengenalkan anak pada kata “maaf”. Beri tahu ia kapan harus mengucapkan kata “maaf” tersebut. Jangan lupa juga untuk senantiasa memberikan contoh langsung kepada anak. Dari situ anak bisa memilah kapan saja harus meminta maaf. Nanti saat anak lebih besar, beri pemahaman bahwa minta maaf adalah sebuah ekspresi penyesalan setelah melakukan kesalahan.
Mulai dari hal-hal kecil
Kebiasaan lahir dari hal-hal kecil yang sering kali tidak Mama Papa sadari. Begitu pula dengan membangun kebiasaan minta maaf pada anak. Untuk bisa memiliki kebiasaan minta maaf, anak harus dibiasakan sejak dini. Kebiasaan positif ini sebaiknya mulai dibangun dari hal-hal kecil yang memang akrab dengan keseharian anak.Misalnya Mama Papa bisa mengajarkan anak untuk meminta maaf saat ia berbuat nakal pada saudaranya. Mama Papa juga bisa mengajarkan anak untuk minta maaf saat melakukan tindakan yang kurang sopan seperti bersendawa di hadapan banyak orang. Mama Papa sebagai orang tua jangan segan untuk meminta maaf pada anak. Bagaimanapun juga, anak akan cenderung meniru perilaku orang tuanya.
Ajari anak minta maaf untuk berlapang dada
Sikap lapang dada adalah dasar utama dalam membiasakan anak untuk minta maaf. Tanpa adanya sikap ini, anak akan merasa bahwa dirinya selalu benar dan sulit untuk menerima kenyataan. Lapang dada juga akan membuat anak merasa bahwa meminta maaf bukanlah sebuah tindakan pengecut, tapi justru bijaksana.Konsep lapang dada ini mungkin akan sulit dipahami anak. Untuk itu, coba ajari dengan perlahan. Beri pemahaman bahwa wajar bagi seorang manusia untuk melakukan kesalahan dan minta maaf adalah cara untuk menebusnya. Agar anak bisa cepat memahami konsep ini, Mama Papa perlu memberinya contoh nyata. Misalnya saat Mama Papa ternyata berbuat salah pada anak, maka Mama Papa minta maaf.
Cari tahu alasannya
Tentu ada sebuah alasan yang menyebabkan si kecil enggan untuk meminta maaf. Coba gali apa kira-kira yang menjadi alasan dibalik keinginannya. Hindari langsung menghakimi anak saat mereka memutuskan untuk melakukan tindakan tersebut. Dengarkan dengan seksama apa alasan yang diberikan anak dan tetap bersikap netral.Jika dari cerita anak tampak ia yang melakukan kesalahan, jangan langsung memarahinya. Beri tahu letak kesalahannya agar anak dapat belajar. Setelah itu, minta anak untuk meminta maaf. Anak mungkin butuh waktu sejenak untuk mengumpulkan keberanian, Mama Papa bisa memberi batas waktu toleransi. Jika memang si kecil merasa takut atau malu, damping ia. Dengan begitu, anak akan merasa mendapat dukungan untuk meminta maaf.
Jangan memaksa dan tetap konsisten
Minta maaf adalah sebuah tindakan terpuji yang terasa sulit untuk dilakukan. Bisa karena ego yang tinggi atau sekadar perasaan tidak ingin dianggap kalah. Tak mengherankan jika banyak orang dewasa yang sulit minta maaf. Mama Papa tak ingin hal tersebut terjadi pada buah hati Mama Papa? Maka cobalah untuk tidak memaksa mereka minta maaf.Saat berada di hadapan publik dan anak melakukan kesalahan, orang tua tanpa sadar akan memaksa anak untuk meminta maaf. Padahal pemaksaan ini bisa dimaknai anak bahwa Mama Papa tidak benar-benar tulus minta maaf. Terlebih jika ternyata tindakan tersebut hanya dilakukan saat ada di muka umum.Untuk itu, usahakan tetap konsisten dalam menerapkan kebiasaan minta maaf pada si kecil. Jangan hanya tergantung pada pandangan orang lain atau karena ingin dianggap memahami etika bersosialisasi.
Akhir kata
Minta maaf adalah sebuah sikap kesatria. Disebut demikian karena butuh keberanian besar dan perang melawan batin sendiri untuk bisa memaafkan dengan tulus. Untuk itu, Mama Papa sebaiknya tidak luput menerapkan kebiasaan baik ini pada anak. Mama Papa bisa melatih si kecil untuk terbiasa meminta maaf dengan menerapkan beberapa langkah di atas. Selain itu, ketahui mengenai informasi dan ide aktivitas lainnya yang dapat membantu Mama Papa untuk mendidik si kecil di laman Info dan Tips Kiddo.id
Gambar: Freepik