4 Cara Tepat Hadapi Anak yang Temperamental

Oleh Tanggal 20 Januari 2021

4 Cara Tepat Hadapi Anak yang Temperamental
Dalam menghadapi anak yang temperamental, orang tua harus bersikap tenang. Berikan 20 detik bagi si kecil untuk meluapkan emosi. Setelahnya, dengarkan perasaan anak dan berikan kalimat positif. Ajarkan si kecil untuk menyalurkan emosinya ke aktivitas positif. Terakhir, biasakan anak untuk terbuka secara emosional agar ia tidak terbiasa mengubur perasaannya dalam-dalam. Apakah anak Anda sering menangis, berteriak, dan mengeluarkan temper tantrum? Jika ya, maka anak Anda termasuk ke golongan anak yang temperamental. Meski begitu, bukan berarti Anda harus memarahinya karena menjadi anak yang bandel, lho. Sebaliknya, anak yang temperamental membutuhkan bantuan orang tua untuk mengendalikan emosinya, terlebih jika si kecil masih balita. Berikut ini cara-cara menghadapi anak yang temperamental yang perlu Anda ikuti.

Jangan Tersulut Emosi

Cara terbaik dalam menghadapi anak yang temperamental adalah dengan terus bersikap tenang. Si kecil yang sudah terlanjur marah dan mengeluarkan temper tantrum ini layaknya api, jadi Mama dan Papa pun harus bertindak seperti air. Sebagai orang tua, Anda perlu menjadi contoh dan ajaran nyata bahwa keinginan tidak akan terwujud begitu saja hanya dengan marah- marah. Hindari untuk tersulut emosi karena ulah si kecil, apalagi membentaknya. Jika orang tua terbiasa membentak anak yang temperamental, sudah bisa dipastikan bahwa anak tersebut akan semakin sulit mengontrol emosinya.

Ajarkan untuk Mengontrol Emosi

Orang dewasa saja masih sering kesulitan dalam mengontrol emosi, apalagi dengan anak-anak. Jangan salahkan anak yang temperamental ketika ia menangis atau meraung-raung karena tidak mampu membendung emosinya lagi. Sebaiknya, Anda berikan waktu baginya untuk benar-benar meluapkan emosinya. Bagaimana caranya? Katakan dengan tenang bahwa si kecil boleh menangis dan meluapkan emosinya selama 20 detik. Namun setelah waktu habis, maka si kecil harus bisa lebih tenang dan mendengarkan Anda untuk bisa mengontrol emosinya. Pada awalnya jelas akan sulit untuk membiasakan hal ini kepada anak yang temperamental, jadi Mama dan Papa harus tetap sabar sekaligus tegas dalam menghadapi anak yang temperamental.

Dengarkan dan Beri Kalimat Positif

Seringkali anak yang temperamental terus berulah karena ia merasa kurang diperhatikan oleh orang tuanya. Ketika anak merasa marah, ada banyak sekali penyebabnya. Bisa saja karena Mama dan Papa tidak menepati janji, merasa cemburu dengan orang lain, dipaksa melakukan sesuatu, atau hal lain yang tidak sesuai dengan harapannya. Anda pun harus memahami bahwa perasaan anak yang temperamental ini valid. Jadi, tanggapi dengan serius, ya. Ketika ia menangis, tanyakan alasannya. Dengarkan dengan seksama dan dorong terus anak untuk membicarakan perasaannya. Setelah itu, berikan tanggapan positif, bukan memarahinya kembali. Hindari kata-kata seperti “Jangan cengeng,” atau “Mama tidak suka kalau kamu cengeng begini.” Ubah dengan kalimat seperti “Ayo, Mama bantu rapikan mainannya,” atau “Yuk, tenang dulu biar adik sama Papa bisa cari solusinya, ya!”

Baca juga: Anger Management: Langkah Kelola Kemarahan Anak

 

Biasakan Anak untuk Mengekspresikan Emosi Lewat Kreativitas

Dalam menghadapi anak yang temperamental, Anda harus telaten dalam mengajarkannya cara-cara untuk mengendalikan emosi sekaligus menyalurkannya ke hal yang positif. Berikan si kecil pengertian bahwa marah dan menangis boleh saja dilakukan, tetapi harus dalam batas yang wajar. Jika masih merasa emosi, maka energi tersebut bisa disalurkan ke aktivitas yang lebih menyenangkan. Misalnya, si kecil bisa diajarkan untuk menari di dalam kamar setiap kali ia merasa emosi. Bagi anak yang lebih suka menggambar, bisa juga diajarkan untuk menggambarkan perasaannya dalam warna dan bentuk. Hal terpenting adalah untuk mendampingi si kecil ketika ia belajar cara mengendalikan emosinya. Jangan sampai si kecil menjadi pribadi yang malah cenderung mengubur rasa marah dan sedihnya. Bantu anak menerima sifatnya yang temperamental Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, harapan terbaik bagi anak yang temperamental adalah untuk bisa mengendalikan emosinya tanpa menguburnya dalam-dalam. Tentunya Anda ingin si kecil bisa lebih terbuka dengan sisi emosionalnya. Jadi, Mama dan Papa perlu mendukungnya untuk melupakan emosi sesekali dan menyalurkannya ke hal positif. Jangan mencapnya sebagai “pemarah” atau “cengeng” karena ini akan membuatnya merasa minder dan takut untuk terbuka dengan Anda. Terima si kecil apa adanya dan bantu ia untuk menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri. Dengan cara-cara di atas, maka Mama dan Papa bisa membimbing si kecil menjadi anak yang lebih cerdas, baik secara akademik maupun psikis. Mama dan Papa bisa juga mengikutsertakan si kecil ke beragam kegiatan seru yang berdampak positif pada kreativitas serta emosinya, seperti kelas menggambar, menari, atau berenang. Semua ini tersedia di Kiddo.id, tinggal cari Aktivitas seperti apa yang si kecil sukai dan pilih yang sesuai dengan lokasi serta budget Keluarga Kiddo! Gambar: Freepik

Yang Ada di Kiddo.id

Marketplace Aktivitas

premium

Konten Premium

milestone

Tes Gratis


Baca Juga