Parenting

6 Cara Hindari Si Kecil Dari Cyber-Bullying

Oleh Naziha Adzkiya   |   

Dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat, cyber-bullying merupakan permasalahan yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Masalah ini tentu lebih banyak terjadi ketimbang waktu saat Mama Papa masih sekolah. Anak-anak dan remaja menghabiskan lebih banyak waktu online. Sebuah penelitian menunjukan bahwa 92% anak-anak sekarang di Web setiap hari.

Cyber-bullying juga dikenal sebagai intimidasi online. Cyber-bullying merupakan bentuk intimidasi atau pelecehan menggunakan perangkat elektronik. Saat ini, cyberbullying juga telah dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan mental, termasuk depresi, penggunaan narkoba dan bunuh diri.

Tentunya Mama Papa tidak ingin kemungkinan terburuk tersebut terjadi, namun melarang si kecil untuk tidak bermain sosial media bukanlah langkah yang baik. Alih-alih melarangnya untuk menggunakan internet, Mama Papa dapat melakukan beberapa tips ini untuk menghindarinya dari bentuk intimidasi manapun

Baca juga: 6 Tips Siapkan Anak Untuk Hari Pertama Sekolah Online

 

Cara Hindarkan Anak dari Cyber-Bullying

  • Berikan saluran komunikasi terbuka untuk si kecil

Dorong anak-anak untuk datang kepada Mama Papa, setiap kali mereka memiliki pertanyaan tentang hubungannya di sekolah dan / atau aktivitas online. Jika mereka memiliki masalah terkait dengan aktivitas telepon, komputer, atau akun media sosial mereka sendiri, diskusikanlah dengan anak.. Bersama-sama, Mama Papa dapat menentukan hak dan tanggung jawab yang merinci terkait perilaku apa yang dapat diterima dan ditampilkan si kecil ketika daring.

  • Jadilah Up To Date

Pelajari cara berbagai aplikasi dan situs jejaring sosial bekerja. Biasakan diri Mama Papa dengan Snapchat, Facebook, Instagram, dan Twitter. Tanyakan kepada anak-anak apakah mereka akan menunjukkan halaman profil mereka dan bersedia berteman di sosial media dengan Mama Papa

  • Tetapkan batas teknologi yang sehat,  sedini mungkin.

Tetapkan batasan izin yang sesuai untuk menggunakan gadget ketika ia dapat mengakses elektronik. Menetapkan batasan yang wajar sejak dini dapat mencegah anak-anak menjadi terlalu terikat pada komputer dan telepon mereka di kemudian hari. Hal ini juga mendorong mereka untuk mengembangkan dan mengenal diri sendiri terlepas dari identitas digital mereka. Hal ini memudahkan anak-anak untuk melepaskan diri dari komunikasi online yang berisiko atau menyakitkan seiring bertambahnya usia.

Baca juga: 6 Efek Negatif Jam Screen Time Anak Terlalu Lama

 

  • Belajar bersama mengenai cyberbullying dengan si kecil

Diskusikan kisah-kisah yang pernah terjadi sebelumnya tentang penindasan dunia maya, privasi, dan risiko daring lainnya dengan seluruh keluarga. Gunakan acara ini sebagai pembuka untuk percakapan tentang apa yang bisa dan tidak baik di internet. Tanyakan bagaimana si kecil akan merespons terhadap insiden-insiden tertentu, dan mintalah feedback tentang cara terbaik untuk membantu mereka dengan masalah secara online. Biasakan kegiatan ini karena situasi dapat terus berubah

  • Pantau perubahan perilaku.

Isolasi, penarikan diri, dan keengganan terhadap aktivitas yang sebelumnya dinikmati si kecil bisa menjadi tanda bahaya bagi penindasan dunia maya. Pada keadaan seperti ini, jangan turunkan tingkat kepercayaan mereka kepada Mama Papa. Hindari membaca pesan teks atau komunikasi pribadi anak-anak tanpa sepengetahuan mereka. Ini dapat menjadi bumerang dan mengarah pada perilaku yang lebih rahasia.

  • Konsultasi dengan guru

Bicaralah dengan guru si kecil atau penasihat sekolahnya. Hal ini akan membantu Mama Papa untuk menghindari si kecil dari cyberbullying dan mengawasi kegiatan bullying selama hari sekolah. Apabila terjadi cyber bullying, guru dan Mama Papa dapat mengetahui bagaimana cara terbaik untuk mengatasinya dari berbagai pihak

Terapkan berbagai tips ini dan tetap waspada. Selain itu, Mama Papa dapat mengetahui informasi dan ide aktivitas lainnya yang dapat membantu Mama Papa untuk mendidik si kecil di laman Info dan Tips Kiddo.id 

 

Gambar: Freepik

Seberapa suka dengan artikel ini?