Parenting

Silaturahmi a la Physical Distancing

Oleh Melynda Ajeng Saraswati   |   

Mencegah penyebaran Covid-19, pemerintah menyarankan kepada masyarakat agar bisa silaturahmi saat lebaran melalui teknologi dan tidak pulang kampung. Saat wabah Covid-19, setiap orang mesti menjaga jarak atau physical distancing. Pemerintah membahas sejumlah langkah penanggulangan wabah virus corona atau Covid-19. Salah satu skenario terburuknya, yakni pemerintah tengah mengkaji untuk melarang mudik Lebaran di tahun 2020. Padahal, kita tahu silaturahmi merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Menjalin interaksi dengan orang lain dapat menimbulkan rasa aman dan bahagia. Namun, saat wabah Covid-19, setiap orang mesti menjaga jarak atau self distancing dan self isolate di rumah. Seperti yang sudah disebutkan dalam hadits yaitu:

Maka, tidaklah seorang hamba yang dilanda wabah lalu ia menetap dan berdiam diri di rumah dengan penuh kesabaran dan mengetahui bahwa tidak akan menimpanya kecuali apa yang Allah SWT tetapkan, baginya pahala orang yang mati syahid.” – (HR. Bukhari dan Ahmad)

1. Telepon dan Video Call

Di zaman serba internet saat ini, sosialisasi bisa dilakukan secara daring (online). Jangan sungkan untuk menelpon atau video call teman dan keluarga saat wabah berlangsung. Atur atau siapkan waktu untuk bersosialisasi bersama teman dan keluarga. Saat menelepon, jangan hanya membahas situasi atau kondisi terkini, ceritakan pula hal yang lucu dan lelucon yang menimbulkan gelak tawa. Tertawa dapat meningkatkan suasana hati dan baik untuk kesehatan mental.

2. Kegiatan Secara Daring

Saat tidak bisa berkumpul bersama keluarga karena pandemi Covid-19, lakukan kegiatan tersebut secara daring. Bahkan, Mama juga bisa menonton film bersama secara daring dengan memanfaatkan sejumlah aplikasi yang tersedia. Jika tidak bisa berkumpul bersama keluarga saat wabah corona, lakukan kegiatan tersebut secara daring. Ada banyak aplikasi yang memungkinkan video call dilakukan oleh banyak orang sekaligus. Saat melakukan video call, setiap orang bisa menyiapkan makanan dan minuman lalu menikmatinya secara virtual. Anda juga bisa menonton film bersama secara daring dengan memanfaatkan sejumlah aplikasi yang tersedia.

3. Media Sosial

Manfaatkan media sosial untuk berinteraksi dengan teman. Lakukan interaksi yang positif seperti saling menyemangati. Hindari memberikan komentar yang negatif atau hate speech.

4. Salam dengan Senyum

Senyum menjadi salah satu jenis salam yang efektik menangkal penyebaran virus. Ketika seseorang tersenyum pada orang lain, itu artinya orang tersebut sedang menyapa. Biasanya, orang yang diberi senyuman akan membalasnya dengan senyuman lagi. Ketika seseorang tersenyum pada orang lain, itu artinya orang tersebut sedang menyapa. Biasanya, orang yang diberi senyuman akan membalasnya dengan senyuman lagi. Senyum menjadi salah satu jenis salam yang efektif menangkal penyebaran virus.

Artikel by meylinda

Sumber : Indonesiabaik.id

Seberapa suka dengan artikel ini?