Parenting

Kenapa Penting Berjemur di Bawah Sinar Matahari?

Oleh Chairunnisa   |   

Maraknya isu virus corona ditengah pandemi ini, banyak orang berbondong-bondong melakukan berbagai hal untuk mencegah penyebaran virus, salah satunya dengan berjemur. Banyak sekali informasi yang mungkin juga Mama ketahui, bahwa dengan berjemur dapat membunuh virus corona dan sejujurnya hal ini keliru. Pasalnya, sinar matahari tidak cukup efektif membunuh kuman, seperti bakteri atau virus. Dilansir melalui suara.com berdasarkan keterangan dari Wakil Kepala Bidang Penelitian Fundamental Lembaga Biologi Molekular Eijkman, Herawati Sudoyo bahwa virus corona bisa mati jika dipanaskan pada suhu 56 derajat celsius selama 30 menit. Mengingat bahwa suhu di Indonesia tidak sampai 56 derajat Celsius, maka intensitas ini tidak dapat membunuh virus. Bahkan jika terpapar sinar UV dengan derajat dan dalam waktu yang lama, justru akan menyebabkan kerusakan kulit sampai dengan kanker kulit loh, Mams.

Akan tetapi, berjemur tetap dianjurkan selama masa self quarantine maupun setelah masa ini berlalu . Kenapa? Mari kita ulik bersama ya, Mams!

Seperti sudah kita ketahui bahwa virus ini bersifat self limiting disease sehingga bila daya tahan tubuh baik, maka tubuh akan melawan virus dengan sendirinya. Artinya, sistem kekebalan tubuh lah yang dapat membebaskan kita dari virus corona. Berjemur memang tidak dapat mematikan virus akan tetapi, dapat meningkatkan kekebalan tubuh manusia. Beberapa efek positif dari berjemur meningkatkan sirkulasi darah dan membantu Mama dan keluarga melakukan detoksifikasi. Selain itu, sinar matahari memberikan vitamin D yang susah untuk kita dapatkan melalui makanan.

Karena itu, pandemi atau tidak, mendapatkan jumlah sinar matahari yang cukup setiap hari baik untuk Mama dan Keluarga. Di bawah ini adalah tips dari WHO cara menikmati matahari tropis dengan aman untuk memerangi COVID-19 dan meningkatkan hari Keluarga Kiddo dalam karantina.

1. Batasi waktu berada di bawah sinar matahari langsung

Mama dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mendapatkan dosis vitamin D harian  dengan mendapat sinar matahari langsung. Namun, disarankan untuk menghabiskan tidak lebih dari 30 menit setiap hari untuk melakukannya.

2. Hindari jam sibuk

Nikmati sinar matahari sebelum jam 10 pagi dan setelah jam 3 malam. Matahari antara pukul 10 pagi dan 3 sore keras dan penuh dengan sinar UV yang berbahaya. Mengekspos kulit Mama terhadap sinar matahari pada jam-jam ini dapat menyebabkan Mama terbakar sinar matahari yang serius.

3. Gunakan tabir surya

Jangan lupa oleskan tabir surya atau tabir surya untuk melindungi kulit Mama dan keluarga termasuk Si Kecil. Terapkan perlindungan sepenuhnya dari ujung rambut hingga ujung kaki untuk menghindari efek buruk UVA dan UVB.

4. Kenakan pakaian pelindung

Kenakan topi dan pakaian bernapas yang menutupi bahu, dada, perut, dan area sensitif lainnya dari sinar matahari.

Baca artikel lainnya seputar coronavirus dan aktivitas yang bisa dilakukan Si Kecil di rumah:  kiddo.id/lawancorona dan ikuti juga kelas Whatsapp di kiddo.id/kulwap

Sumber : gmc. edu , Suara.com, tempo.com
Gambar : Freepik

Seberapa suka dengan artikel ini?