Parenting

Tips Memilih Kolam Renang untuk Bayi

Oleh Fiona Aberima   |   

Banyak juga lho hal yang harus diperhatikan sebelum Si Kecil berenang!Tentu yang teramat penting adalah kondisi Si Kecil. Bayi Mama Papa harus dalam keadaan sehat bugar. Bila Si Kecil sakit, termasuk diare, demam, dan flu berat, jangan mengajak Si Kecil berenang. Tunggulah sampai Si Kecil kembali sehat. Namun, bukan cuma kondisi Si Kecil yang harus diperhatikan sebelum masuk ke air. Ada juga banyak faktor dari kolam renangnya yang harus kita perhatikan. Ini dia tips memilih kolam renang untuk bayi:

1. Suhu air 32 derajat celcius untuk bayi < 6 bulan

Image result for temperature pool

Kecil yang masih berusia 6 bulan atau di bawah itu tidak boleh dibawa ke kolam renang umum, lho. Dokter anak Jennifer Shu mengatakan bahwa suhu air merupakan faktor yang paling memprihatinkan. Nah, suhu air kolam renang umum terlalu dingin untuk bayi. Apalagi karena bayi mudah sekali kedinginan dan dapat berujuk ke hipotermia. Maka, bayi yang berusia di bawah 6 bulan hanya boleh berenang di kolam renang yang suhu airnya sekitar 32 derajat celcius.

2. Ketinggian air sampai pundak bayi agar tidak kedinginan

Image result for baby swimming

Tips yang ini berhubungan dengan tips yang pertama. Bayi, terutama yang di bawah usia 6 bulan, mudah sekali kedinginan. Maka saat Si Kecil sudah di dalam kolam renang, pastikan ketinggian air mencapai pundaknya. Hal ini akan membantu menjaga tubuh Si Kecil agar tetap hangat dan juga memudahkannya  untuk bergerak di dalam air.

3. Hindari kolam yang mengandung klorin bagi anak penderita eksim

Image result for swimming pool

Pada umumnya air kolam renang umum akan mengandung klorin. Klorin adalah zat kimia untuk membunuh bakteri. Bila Si Kecil memiliki kulit yang kering dan sensitif atau eksim, disarankan untuk menghindari air kolam yang mengandung klorin. Klorin ini dapat menimbulkan iritasi dan ruam pada kulit Si Kecil.

Kalau Si Kecil memiliki masalah kulit seperti eksim, Mama Papa sebaiknya membawa Si Kecil ke dokter dahulu sebelum pertama kali mengajaknya berenang. Lalu, ingat untuk segera memandikan bayi setelah selesai berenang. Mandi akan membilas tubuh bayi agar zat kimia dari kolam air renang tidak akan mengiritasi kulit Si Kecil.

4. Gunakan kolam khusus bayi

Image result for baby swim

Si Kecil yang masih bayi belum memiliki kekebalan tubuh yang kuat. Kolam renang khusus bayi relatif lebih bersih daripada kolam renang umum. Sebab, kolam renang umum dipenuhi oleh beragam orang yang tentunya memiliki kesehatan dan kondisi kulit yang berbeda-beda. Maka, dianjurkan untuk menggunakan kolam khusus bayi agar lebih steril.

Mama Papa juga bisa menggunakan kolam renang plastik sendiri. Mama Papa tahu kan, kolam renang yang bisa dibikin dengan memompa angin? Nah, bila mau menggunakan kolam renang macam ini, pastikan dahulu permukaan bagian dalam kolam bersih.

5. Perhatikan kebersihan kolam

Image result for clean pool

Selain alasan kesehatan kulit, kebersihan kolam juga penting karena ada kemungkinan Si Kecil bisa menelan air kolam renang. Bayi yang muda masih belum memiliki kemampuan untuk mengontrol kepala dengan baik. Hal ini bisa mengakibatkan bayi kemasukan air saat bernafas dan menelan air. Maka sangat dianjurkan untuk memilih kolam renang khusus bayi atau berenang di saat sepi dan pada kolam renang yang bersih. Oleh karena itu, Mama Papa harus memastikan kepala Si Kecil selalu stabil di atas permukaan air, yah.

Sekian tips dari Kiddo.id untuk memilih kolam renang buat Si Kecil. Sebetulnya tidak ada usia yang tepat untuk memulai membawa bayi berenang. Namun, berenang setelah bayi mencapai umur 6 bulan atau di atasnya akan jauh lebih aman.

Source: AloDokter, Babycenter

Seberapa suka dengan artikel ini?