Aktivitas Anak

Perhatikan Stimulasi Perkembangan Otak Anak Sejak Dini Bersama Bunda Lucy

Oleh Miranda Irvania   |   

Mengetahui tumbuh kembang anak secara menyeluruh adalah kewajiban bagi seluruh orang tua. Bagaimana dengan Anda, Mama Papa? Apakah Mama Papa sudah memahami perkembangan Si Kecil, terutama mengenai stimulasi otaknya? Bersama Bunda Lucy, Abundance Wellness and Parenting Coach yang sudah selama belasan tahun mendedikasikan waktunya untuk menjadi mitra keluarga Indonesia dalam membantu tumbuh kembang anak di rumah, Kiddofest 2019 akan memberikan tips dan informasi seputar stimulasi perkembangan otak anak yang harus diketahui oleh setiap orang tua. Mungkin masih banyak orang tua yang membiarkan anaknya menggunakan gadget untuk membuatnya tenang. Atau mungkin masih banyak pula orang tua yang tidak mengontrol bagaimana penggunaan gadget Si Kecil. Tahukah Anda kalau membiarkan Si Kecil menggunakan gadget juga tetap tidak baik bagi mereka? Disampaikan oleh Bunda Lucy bahwa penelitian membuktikan, penggunaan gadget pada anak-anak akan berdampak buruk bagi mereka, terutama dalam hal kesehatannya. Selain itu, proses sosialisasinya juga terhambat. Tapi, bagaimana anak bisa jauh-jauh dari gadget apabila orang tuanya masih sering menggunakan gadget di depan Si Kecil? Tentunya hal ini harus dimulai dari orang tua itu sendiri, orang tua harus mulai mengurangi penggunaan gadget di depan anak.

Gadget dapat membuat anak menjadi minim bergerak. Maka, akan lebih baik apabila waktu untuk bermain gadget dikurangi, lalu digantikan dengan aktivitas-aktivitas yang membuat tubuhnya bergerak atau bonding time dengan Mama Papa. Aktivitas fisik membuat stimulasi otak semakin berkembang, sehingga nantinya anak akan lebih cepat tanggap dan sehat. Saat orang tua menstimulasi otak anak, Bunda Lucy memiliki beberapa tips yang dapat diikuti oleh Mama Papa, lho. Pertama, biarkanlah anak bereksporasi. Peran orang tua di sini adalah untuk memonitor kegiatan anak, bukan membuntuti. Apabila Si Kecil bermain, biarkanlah ia bersenang-senang. Jangan sampai melarang dengan cara yang salah atau terlihat membuntutinya. Kedua, biasakanlah menatap matanya saat berkomunikasi dengan Si Kecil. Dengan begitu, kedekatan antara Mama Papa dan Si Kecil juga semakin terbangun. Yang terakhir adalah jangan melampiaskan emosi yang berlebihan saat anak berbuat salah. Jangan marahi mereka, karena mereka mungkin akan menjadi orang yang tidak mau berbuat salah atau bahkan berbohon ke depannya. Padahal, salah adalah sesuatu yang wajar, sebuah proses yang pasti akan dilewati setiap orang. Sebagai gantinya, tarik napas dalam-dalam dan tahan beberapa detik di area pusar. Hal ini dipercaya dapat meredakan emosi agar Mama Papa bisa lebih bijak lagi dalam mengeluarkan kata-kata yang diterima oleh Si Kecil.

Jadi, siapkah Mama Papa untuk memantau lebih dalam stimulasi perkembangan otak Si Kecil sejak dini?

Seberapa suka dengan artikel ini?