Parenting

5 Hal Yang Dirasakan Anak Saat Melihat Orangtua Bertengkar

Pertengkaran memang seringkali terjadi dalam suatu hubungan, khususnya hubungan suami istri. Saking seringnya terjadi, pertengkaran dianggap sebagai bumbu percintaan yang justru perlu ada dalam kehidupan rumah tangga. Banyak yang berpendapat bahwa, adanya pertengkaran kecil yang terjadi antar pasangan justru menambah rasa cinta pada masing masing pasangan.

Sayangnya, meskipun dianggap sebagai salah satu bumbu dalam rumah tangga, pertengkaran antar pasangan berdampak kurang baik bagi si kecil. Cukup banyak hal yang bisa mengganggu kejiwaan anak saat melihat orangtuanya bertengkar. Misalnya, saat pertengkaran yang terjadi membawa banyak kata-kata kasar yang dilontarkan, bahkan jika si kecil melihat adanya kekerasan fisik yang terjadi pada kedua orangtua mereka.

Lalu, apa saja sih yang dirasakan anak saat melihat orangtuanya bertengkar?

  • Takut dan Sedih

Pertengkaran selalu membawa kesedihan dan perasaan takut bagi siapa saja yang mendengar, khususnya anak-anak. Anak-anak masih terlalu kecil untuk memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi, sehingga hal pertama yang dirasakannya saat melihat orangtua bertengkar adalah rasa takut dan sedih. Terlebih jika pertengkaran yang terjadi diwarnai dengan tangisan salah satu orangtua bahkan teriakan mereka.

Anak-anak bahkan bisa merasa takut dan tidak aman berada di dekat kedua orangtuanya. Mereka kemungkinan berpikir bahwa orangtua juga akan memarahi mereka.

Rasa takut ini akan terus dirasakan anak selama pertengkaran terjadi. Bayangkan saja jika Anda sering bertengkar, berapa banyak rasa takut yang timbul dalam diri anak karena Anda. Dan, tentunya hal ini bukan hal yang baik bagi perkembangan kejiwaan anak.

apa yang dirasakan anak saat oarngtua bertengkar?

  • Berkecil Hati saat Melihat Orangtua Teman yang Harmonis

Anak-anak yang memiliki usia sedikit lebih besar mulai bisa mengamati dan memperhatikan lingkungan sekitarnya. Anak-anak pun mulai bisa membandingkan apa yang dialami oleh keluarga lain dan keluarganya sendiri. Hal inilah yang sebenarnya sedang dirasakan oleh anak-anak saat melihat orangtuanya sedang bertengkar.

Anak-anak mulai merasa berkecil hati dengan keadaan keluarganya yang tidak harmonis. Hal ini bisa berdampak pada sikapnya yang berubah menjadi murung saat bersama dengan teman-temannya di sekolah.

  • Menyalahkan Diri Sendiri

Siapa sangka anak akan menyalahkan diri sendiri saat melihat kedua orangtua bertengkar. Hal inilah yang sering terlewat dan tidak disadari oleh kebanyakan orangtua. Kebanyakan orangtua hanya berpikir bahwa pertengkaran yang terjadi hanya antara mereka berdua. Namun, sebenarnya ada anak yang justru merasa bersalah dan berpikir bahwa pertengkaran yang terjadi antara kedua orangtua adalah karena dirinya.

  • Ingin Kabur Dari Rumah

Mungkin Anda tidak pernah membayangkan bahwa anak akan kabur dari rumah hanya karena pertengkaran Anda dengan pasangan. Namun, hal ini bisa saja terjadi terlebih jika pertengkaran yang terjadi hampir setiap hari.

Bahkan, jika anak-anak tidak memiliki niat untuk kabur dari rumah, mereka kemungkinan akan lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah. Misalnya, dengan bermain di rumah teman, atau lebih lama berada di sekolah untuk memperoleh ketenangan.

  • Bingung

Perasaan bingung, tentu saja akan dirasakan oleh anak saat melihat orangtua bertengkar. Anak-anak akan merasa bingung kepada siapa mereka akan berlindung, sedangkan kedua orangtuanya saja sedang bertengkar. Anak-anak juga akan merasa bingung dan tidak tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana seharusnya bereaksi saat melihat kedua orangtuanya bertengkar.

Terlebih jika pertengkaran ini membuat anak harus memilih ingin ikut tinggal dengan siapa. Tentunya, jika harus memilih, anak akan memilih tinggal bersama kedua orangtuanya dan bukan salah satu dari keduanya.

Apa yang Harus Dilakukan Orangtua?

Jika ditanya apa yang harus dilakukan oleh orangtua menghadapi hal ini, maka jawaban sederhananya adalah jangan bertengkar. Sayangnya, hal ini akan sangat sulit dilakukan. Sehingga penting bagi Anda untuk bertengkar dengan baik.

Salah satu cara bertengkar dengan baik adalah dengan menjelaskan pada anak bahwa Anda dan pasangan memang sedang mengalami konflik kecil. Jangan lupa minta maaf jika pertengkaran melukai hatinya, jelaskan pada anak bahwa konflik kecil atau perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dan bisa terjadi pada semua orang. Tambahkan bahwa pertengkaran yang terjadi bukan karena kedua orangtua saling membenci dan anak tidak perlu terlalu sedih atau khawatir.

 

Sumber: School of Parenting

Seberapa suka dengan artikel ini?