Parenting

Hadapi Anak Yang “Hobi” Berteriak-Teriak

Oleh Kiddo.id   |   

Mungkin Anda merasa emosi dan malu saat menghadapi anak yang “hobi” teriak-teriak, apalagi dilakukan di depan umum. Misalnya saat berada di tempat belanja, di apotek, bahkan saat Anda mengajak anak ke kantor. Duh, bisa menjadi bahan perbincangan teman sekantor dong.

Alih-alih hanya geleng-geleng kepala memikirkan tingkah anak yang bisa dibilang cukup berisik ini, yuk cari jalan keluarnya. Jangan sampai kebiasaan anak berteriak-teriak menimbulkan asumsi bahwa ia tidak diajari sopan santun oleh orangtuanya, ya Parents. Nah, langkah berikut ini bisa Anda terapkan jika anak sedang asyik dengan kebiasaannya yang satu ini.

Langkah Hadapi Anak yang Hobi Teriak-Teriak:

  • Tenang, Jangan Panik

Sikap tenang dan tidak mudah panik memang harus dimiliki oleh semua orang tua, khususnya jika menghadapi hobi anak yang suka teriak-teriak ini.

Memang akan banyak mata yang memandang ke arah Anda dan anak, namun jangan terlalu diambil pusing, Parents. Toh, banyak juga orang tua di luar sana yang memiliki masalah yang sama dengan Anda. Berpikirlah positif bahwa orang-orang yang memperhatikan, hanya ingin melihat bagaimana Anda mengatasinya dan kemudian diterapkan pada anak-anak mereka juga.

  • Alihkan Perhatian Anak

Setelah Anda merasa cukup tenang dan tidak panik, langkah berikutnya untuk menghadapi anak yang hobi teriak-teriak adalah dengan mengalihkan perhatiannya. Cara yang paling mudah adalah dengan mengajaknya berbicara hal lain yang tidak berhubungan dengan hal yang membuatnya marah hingga berteriak.

Misal, saat anak ingin sekali membeli coklat namun karena Anda larang, anak jadi berteriak-teriak. Untuk itu, katakan padanya hal lain, seperti “Eh nak, lihat buah yuk, kan kemarin kita mau bikin sup buah di rumah, nanti adek yang potong buahnya di rumah deh.” Anda juga bisa menunjukkan hal lain padanya untuk mengalihkan perhatian anak. Semua ini agar Anda mampu menghadapi anak yang hobi teriak-teriak.

  • Tidak Perlu Ikut Berteriak

Ya, mungkin Anda memang sedang emosi, sehingga merasa juga ingin berteriak ke anak. Namun, teriakan Anda sama sekali tidak memberikan solusi. Alih-alih berteriak untuk menghadapi anak yang hobi teriak-teriak, gunakan cara yang lembut dan tegas. Misalnya, saat anak meminta sesuatu dengan berteriak, maka katakan “Adek bilang apa? Coba bicara dengan tenang dan jelas karena Ibu tidak bisa mengerti kalau adek teriak-teriak seperti ini.” Ada satu cara sederhana yang bisa digunakan untuk berhenti berteriak pada anak, yaitu dengan mendekatinya dan berkata dengan nada yang baik tanpa berteriak.

  • Jadilah Role Model yang Baik

Jika ingin mengajarkan anak sesuatu, maka awali dari diri sendiri terlebih dahulu. Sama seperti mengajarkan anak untuk tidak berteriak-teriak. Oleh karena itu, usahakan untuk selalu berkata sopan kepada orang lain, khususnya pada anak. Hindari berteriak pada anak meskipun ada kalanya Anda sedang terpancing emosi karena perilaku anak. Dengan begini anak akan terhindar dari  kebiasaan berteriak ini.

  • Beri Penjelasan

Langkah lainnya untuk menghadapi anak yang “hobi” berteriak-teriak adalah dengan memberinya penjelasan bahwa berteriak itu tidak baik, terlebih jika dilakukan di depan banyak orang. Anda bisa mengatakan bahwa tanpa berteriak pun apa yang dikatakan oleh anak akan didengar oleh Anda.

  • Latih Anak Mengatur Volume Suaranya

Kadang anak tidak mampu mengatur volume suaranya, sehingga mungkin maksudnya tidak berteriak, tapi suaranya yang keras terdengar seperti berteriak. Untuk menghadapi hal ini sebaiknya Anda mulai melatih anak untuk bisa mengatur volume suaranya. Anda bisa mencoba bermain bisik-bisik dengan anak. Permainan ini bisa melatih anak untuk mengatur volume suaranya loh. Setelah mengetahui bagaimana cara menghadapi anak yang berteriak-teriak, kira-kira tahukah Anda mengapa anak suka teriak-teriak?

Kenapa Anak “Hobi” Teriak-Teriak?

Banyak alasan mengapa anak hobi teriak-teriak, beberapa diantaranya yaitu:

  • Mencari Perhatian

Ya, anak-anak memang suka mencari perhatian. Terlebih jika tanggapan yang diberikan dari orang-orang sekitar terlihat berlebihan, maka anak cenderung mengulangi hal tertentu yang bisa membuatnya mendapatkan banyak perhatian lebih.

Namun, seringkali kita justru memberinya banyak perhatian saat anak melakukan perilaku yang mengarah ke hal negatif, misalnya saat anak biasa berteriak-teriak.  Nah, untuk menghadapi anak yang seperti ini, sebaiknya tenangkan dulu diri Anda agar tidak ikut-ikutan berteriak pada anak, Parents.

  • Mempraktekan Kemampuan Bicara

Kemampuan bicara yang dimiliki oleh anak mungkin sedang meningkat, sehingga anak seringkali mengungkapkan kata atau kalimat tertentu dengan suara yang keras dan lantang. Jika ini alasannya, maka untuk menghadapi anak yang hobi teriak-teriak adalah dengan nada suara yang lebih pelan. Anda bisa mengatakan “Coba ulangi tadi bicara apa dengan pelan-pelan saja karena Ibu tidak paham kalau Adek bicara keras-keras seperti tadi.”

  • Belum Mampu Menyampaikan Emosi dengan Baik

Karena masih anak-anak, jadi kemampuan untuk menyampaikan emosi dengan baik masih sangat kurang. Itulah mengapa mereka memilih untuk teriak-teriak saat emosinya sedang meningkat,Parents.

Kondisi seperti ini juga akan meningkat loh jika lingkungan di sekitarnya juga menunjukkan hal yang sama, yaitu saling berteriak saat sedang emosi. Untuk menghadapi anak yang hobi teriak-teriak dengan alasan ini, maka  sebaiknya mulailah melatih anak untuk belajar sabar. Salah satu caranya adalah dengan mengajak anak melakukan aktivitas yang melatih kesabarannya.

  • Sedang Meniru Orang Lain

Anak memang peniru yang ulung nih Parents, jadi hal apa saja yang menurutnya menarik akan langsung ditiru. Termasuk jika anak pernah melihat Anda atau orang lain berbicara dengan berteriak. Wah, kalau alasannya seperti ini, maka sebaiknya batasi diri Anda untuk tidak berteriak saat berbicara. Hal ini dilakukan agar Anda juga bisa menghadapi anak yang hobi teriak-teriak.

 

Menghadapi anak yang hobi teriak-teriak memang gampang-gampang susah Parents. Diperlukan trik khusus agar Anda tidak ikut-ikutan terpengaruh untuk berteriak pada anak. Nah, beberapa hal di atas bisa digunakan sebagai referensi saat anak sedang senang-senangnya berteriak, khususnya di ruang publik.

 

Sumber: School of Parenting

Seberapa suka dengan artikel ini?