Parenting

10 Langkah Awal Mengajari Anak Menggambar

Oleh Kiddo.id   |   

Tahukah Mama Papa kalau belajar menggambar sejak dini terbukti membantu perkembangan motorik dan menumbuhkan rasa percaya diri anak? Tapi bagaimana, ya, caranya mengajari si kecil cara menggambar yang benar?

Nah, melalui artikel ini, Kiddo.id akan membahas satu per satu, 10 langkah awal mengajari anak mulai menggambar.

Ini adalah cara yang saya gunakan sendiri saat mengajari anak saya mulai menggambar hingga saat ini menjadi hobi tersendiri baginya.

Yuk, langsung aja kita mulai!

1.Siapkan Peralatan Menggambar Lengkap

Peralatan Menggambar Anak

Siapkan peralatan menggambar anak yang mudah di genggam dan tidak berbahaya jika tidak sengaja masuk mulut.

Pertama tentunya Mama Papa perlu menyiapkan sekaligus mengenalkan beberapa alat menggambar kepada si kecil yang mudah digenggam dan tidak berbahaya jika tidak sengaja masuk mulut.

Jaman sekarang, ada banyak sekali pilihan alat menggambar. Namun, saat Mama Papa memilihkan untuk anak lebih baik prioritaskan keamanan dan nilai praktisnya:

Memilih Kertas Gambar yang Aman untuk Anak

Saat memilih buku menggambar, usahakan memilih kertas yang cukup tebal yah Mama Papa.

Kenapa?

Pertama, kertas HVS biasanya memiliki ketebalan yang cukup tipis dan memiliki kemungkinan menyebabkan terjadinya paper cut, dimana anak bisa terluka akibat tergores pinggiran kertas.

Selain itu, ketika Mama Papa memilih kertas tebal, maka hasil gambar tidak akan menembus kertas walaupun anak menggunakan media gambar apapun (termasuk spidol dan cat air sekalipun).

Nah, ukuran kertas A4 juga memiliki ruang yang cukup bagi buah hati untuk menuangkan imajinasinya.

Memilih Alat Menggambar dan Mewarna untuk Anak

Saat pertama kali memilihkan media pengantar warna untuk anak, Mama dan Papa bisa memilih salah satu dari 5 pilihan: pensil karbon, pensil warna, krayon, spidol ataupun cat air.

Saat menggambar pertama kali, Mama dan Papa bisa mengajarkan anak untuk menggunakan satu jenis alat gambar terlebih dahulu supaya anak dapat secara maksimal melakukan eksplorasi terhadap masing-masing peralatan.

Nah, setelah dua-tiga kali mencoba, anak boleh diperkenalkan dengan konsep mengkombinasikan dua alat gambar sekaligus. Misalkan, menggambar dengan spidol berwarna dan setelah itu mewarna dalamnya dengan krayon atau pensil warna.

Nantinya, anak akan terbiasa menggunakan berbagai pilihan alat warna dan tentu memiliki ketertarikan dan pilihan tersendiri untuk alat favoritnya.

Jangan Lupa, Alas Gambar dan Perlengkapan Kebersihan!

Ini yang sering kelupaan! Biasakan untuk selalu menyiapkan alat kebersihan seperti tissue, lap dan alas menggambar saat mengajarkan anak menggambar. 

Alas gambar sangat penting karena di awal anak belajar menggambar, biasanya masih sulit mengendalikan gerakan motoriknya, sehingga bisa mengenai furniture ataupun lantai rumah.

Setelah selesai menggambar, ajak si kecil untuk membersihkan meja dan ruang sekitar yang digunakan.

Ini akan membiasakan buah hati Mama Papa untuk menjadi seniman yang rapi dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar

2.Mulai Kenalkan Bentuk Objek Sederhana

Banyak orang sering salah sangka. Mengenalkan bentuk objek sederhana mulai dari lingkaran, persegi, persegi panjang, segitiga, trapesium, dan sebagainya bukan berarti membatasi imajinasi anak. 

Ternyata dengan mengenalkan objek sederhana, si kecil dapat lebih mudah menuangkan hasil pengamatannya atau imajinasinya menjadi sebuah gambar di atas kertas. 

Mama dan Papa sebagai orang tua bisa memancing si kecil untuk mengamati objek di sekitar anak dan mencoba menggambarkannya dengan menggabungkan beberapa objek sederhana.

Misalkan ketika anak saya mengamati bentuk bunga matahari, Saya mengajarkannya untuk membuat gambar dimulai dari bentuk lingkaran, garis-garis lengkung yang membentuk kelopak dan tangkai, dan garis lurus terputus yang memberi detail pada gurat di daunnya. 

Metode ini diharapkan agar anak lebih terbiasa dengan melakukan observasi pada lingkungan sekitarnya. Selain itu juga bisa memberikan kenyamanan dan bonding antara anda dan anak sehingga membuat kegiatan menggambar jadi menyenangkan. 

Ingat, ketika anak senang melakukan kegiatan ini, maka ini bisa membuat menggambar jadi salah satu hobi mereka loh!

3.Beri Pilihan Warna Menarik

Anak mencampur warna menggunakan cat air

Biarkan anak bereksperimen mencampurkan warna-warna saat belajar menggambar.

Berikutnya, saya mulai mengenalkan macam-macam warna pada si kecil. Mempelajari warna sangat baik untuk membantu perkembangan penglihatan dan ingatan si kecil. 

Sebaiknya, warna yang dikenalkan dimulai dari warna dasar terlebih dahulu, seperti warna merah, kuning dan biru dan ditambah dengan warna akromatik yaitu hitam dan putih.

Dengan 5 warna ini, Mama dan Papa bisa mengajak si kecil untuk mengeksplorasi berbagai pilihan warna yang bisa dihasilkan dengan mencampur dua atau lebih warna menjadi satu. Oh ya, untuk memperkenalkan cara mencampur warna, Mama dan Papa bisa menggunakan cat air karena lebih mudah mencampurkan warna dibandingkan krayon maupun pensil warna.

Baca juga: Sering Dilakukan, Ketahui 5  Manfaat Menggambar untuk Anak

Nah, misalkan anak ingin menghasilkan warna ungu, Mama dan Papa bisa memintanya mencampurkan warna biru dan merah. Sementara jika ingin mendapatkan warna ungu yang lebih gelap, anak cukup menambahkan warna hitam. Sebaliknya jika ingin lebih terang, menggunakan campuran warna putih.

Sambil mengenalkan warna, Mama Papa juga perlu mengaitkan warna tersebut dengan salah satu objek yang sangat familiar bagi si kecil. 

Sebagai contoh, ketika menyebut warna biru Mama Papa mengingatkan si kecil mengenai warna mainan kesenangan si kecil yang berwarna biru.

Dengan begini, si kecil akan lebih cepat mengingat warna-warna yang pernah dia pelajari.

4.Beri Kesempatan Anak untuk Berkreasi

Biarkan anak bebas bereksperimen dan berkreasi dengan imajinasi mereka

Saya tau rasanya ketika anak menggambar sesuatu yang terkesan tidak realistis, Mama dan Papa pasti ingin cepat-cepat memperbaikinya, bener gak? Misalkan ketika anak menggambar roda dengan bentuk oval atau bintang dengan jumlah segitiga yang terlalu banyak.

Walaupun terasa ‘gatal’ untuk mengoreksi, ada baiknya Mama dan Papa berdiam untuk observasi terlebih dahulu dan tidak membatasi kreativitas anak. Ingat, tidak selamanya bentuk jendela harus berbentuk persegi dan warna daun harus hijau; anak bebas berkreasi sesuai imajinasinya. 

Jangan pernah mengatakan gambar anak terlihat “salah” atau “jelek. Biasakan untuk menanyakan apa yang sebenarnya digambar dan arti/makna dari gambar tersebut, karena hal tersebut akan membuat anak lebih percaya diri dalam menyampaikan imajinasi dan perasaannya.

Ketika saya menanyakan kepada anak saya “kenapa kok daun-daun di pohon adek gambar berwarna merah?”

Ternyata pada sore hari sebelumnya, dia melihat siluet pepohonan yang terkena sinar matahari sehingga terkesan berwarna merah. 

Tidak semua gambar harus dianggap ‘benar’ apabila mendekati bentuk aslinya; sesungguhnya dalam dunia seni lukis ada puluhan aliran/genre menggambar di luar aliran “realisme”. Semua aliran tersebut lahir dari imajinasi pelukis yang tidak terbatas.

Dan perlu di ingat, masa-masa di awal mengajari anak menggambar, tujuan utamanya adalah melatih gerakan motorik dan memupuk rasa percaya diri anak.

5.Beri Contoh Pada Anak

Mengajarkan anak cara membuat gambar pelangi

Mama dan Papa bisa meluangkan waktu bersama untuk mengajari anak cara menggambar objek sehari-hari.

Pernah gak sih Mama dan Papa diminta oleh si kecil untuk mencontohkan menggambar suatu objek?

Awalnya saya sering menolak memberikan contoh gambar dengan alasan saya tidak mahir menggambar. Yup, nilai menggambar saya dulu jelek sekali! Hehehehe…

Namun, salah satu teman saya mengatakan bahwa sebenarnya tidak perlu pintar atau sempurna kok. Anak akan merasa cukup ketika mereka melihat orang tuanya mau berusaha sedikit mengajari atau setidaknya sedikit saja mencoba untuk memberikan contoh. 

Baca juga: Sering Dilakukan, Ketahui 5  Manfaat Menggambar untuk Anak

Apalagi zaman sekarang sudah banyak sekali tutorial menggambar di Youtube. Mama dan Papa bisa mencoba mencarikan gambar sesuai yang diminta oleh buah hati anda.

Yang paling penting buat si kecil adalah kehadiran Mama dan Papa saat belajar menggambar objek tersebut. Anak akan merasa disupport dan percaya diri untuk bertanya bila menemukan kesulitan menggambar. Hal ini akan menimbulkan rasa nyaman dan suka anak pada kegiatan menggambar.

6.Berdiskusi dengan Anak

Setiap kali anak saya selesai menggambar, saya akan mengajak si kecil untuk berdiskusi tentang hasil karyanya. Seolah-olah saya sedang mengunjungi sebuah museum lukisan dan bertanya-tanya tentang hasil karya tersebut langsung kepada senimannya. 

Topik bahasan tidak perlu rumit agar anak lebih mudah mengkomunikasikan gambarnya, misalnya nih: 

  • Adik tadi menggambar dengan krayon atau pensil warna?
  • Apa sih cerita tentang gambar ini?
  • Wah warnanya biru semua! Pasti ini warna favorit adek ya?
  • Wah mobil ini rodanya ada 8? Pasti lebih cepat dari mobil papa yang beroda 4!
  • Dari gambar laut ini mama/papa paling suka gambar ikan yang ini loh, lucu yah!

Saat Mama dan Papa berdiskusi tentang gambarnya, anak akan merasa lebih percaya diri ketimbang hanya sekedar diberikan pujian.

Selain itu, ketika si kecil terbiasa mendiskusikan dan menyampaikan makna dari hasil karyanya, mereka akan terbiasa untuk memvisualisasikan ide-ide dan gagasan dari dalam diri mereka di kemudian harinya.

7.Beri Variasi Aktivitas Menggambar

Memberikan variasi aktivitas saat menggambar sangat penting agar buah hati tidak cepat bosan. Ada beberapa cara yang sering saya gunakan agar anak dapat menikmati proses belajar menggambar yang tidak monoton:

  • Kombinasi menggambar dengan metode belajar lainnya

Misalnya sambil menggambar, anak diajak belajar menghitung berapa objek yang ditemukan dalam gambar tersebut.

“Coba adek hitung, ada berapa banyak ikan nih yang adik gambar?”

Selain itu, bisa juga menggambar sambil belajar pengetahuan alam.

Misalnya, “Dek, hari ini kita coba gambar macam-macam buah yang ada di supermarket yuk?”

  • Mengajak piknik dan berkolaborasi menggambar dengan anak

Biasanya menggambar hanya di dalam rumah, mungkin sesekali anak akan lebih semangat ketika merasakan sensasi menggambar di suasana terbuka seperti pantai, taman, atau mungkin di cafe yang nyaman bersama orang tua. 

Terlebih lagi ketika Mama dan Papa meluangkan waktu untuk menggambar bersama anak, tentunya mereka akan merasa seperti sebuah tantangan baru.

  • Eksplorasi media lainnya

Anak Menggambar pada gelas

Aktivitas menggambar pada gelas ataupun piring bisa membuat belajar menggambar semakin menyenangkan.

Apakah selama ini si kecil hanya terbiasa menggambar di kertas? Coba deh ajak dia untuk menggambar di media lain seperti kain, batu ataupun pot tanah liat. Aktivitas menggambar pada gelas ataupun piring bisa membuat belajar menggambar semakin menyenangkan

Ini akan membuat anak bersemangat karena ini adalah pengalaman baru untuknya.

Sama seperti diatas, Mama Papa juga bisa ikut menggambar bersama anak-anak. Saya sendiri sangat senang ketika mencoba menggambar pada gelas bersama anak saya. Seru banget!

  • Ikut Kelas Menggambar Online

Belajar menggambar dari guru yang memiliki spesialisasi mengajar anak-anak juga terbukti efektif loh!

Yups, terkadang anak saya agak susah diberikan instruksi jika suruhannya datang dari saya. Namun, ketika seorang guru menggambar yang menuntunnya belajar, eh dia langsung nurut-nurut aja.

Nah, Mama Papa bisa coba mendaftarkannya ke kelas-kelas menggambar online yang ada di Kiddo.id juga. 

8. Perkaya Ide Kreatif Anak 

Dalam beberapa kesempatan, saya sempat mengajak anak-anak saya mengunjungi galeri seni dan museum. Ini bisa menjadi salah satu opsi yang menarik untuk menambah minat dan memberikan referensi menggambar pada anak. 

Harapan saya sih, saat mengunjungi museum si kecil akan menyerap informasi dan inspirasi dari para pelukis yang beragam. 

Ada cukup banyak pilihan galeri seni dan beberapa instalasi seni yang diadakan oleh penyelenggara-penyelenggara kebudayaan terkenal di Indonesia. Namun, sebelum berkunjung pastikan tempat yang akan dikunjungi children-friendly dari segi materi yang disuguhkan dan kondisi lingkungan instalasi seni tersebut. 

Selain fokus kepada pengenalan terhadap materi menggambar itu sendiri, anak akan belajar untuk mengapresiasi hasil karya orang lain sebagaimana hasil karyanya sendiri ingin diapresiasi. 

9. Berikan Dukungan pada Anak

Ketika baru belajar menggambar, tentu anak tidak akan bisa langsung menggambar dengan sempurna. Namun, orang tua bisa memberikan apresiasi dan dukungan dengan memuji proses dan juga usaha mereka menggambar.

Seperti contoh si kecil menyelesaikan sebuah gambar ketika sedang batuk-pilek, Mama dan Papa dapat memberikan pujian seperti 

“Wah keren ya. Adek tekun banget sampai menyelesaikan gambar ini”

Contoh lainnya adalah ketika si kecil kerap kali kesulitan (misalnya) dalam menggambar sebuah lingkaran dan akhirnya berhasil membuat gambar tersebut sesuai ekspektasi, Mama dan Papa dapat memberikan pujian “Hebat! Sekarang gambar lingkaran Adek makin bagus yah! Mama dan Papa tau kamu pasti bisa!”

Selain itu, perlu Mama dan Papa ingat bahwa mengajari si kecil menggambar bukan karena ingin menjadikannya seorang pakar dalam karya seni lukis, melainkan ingin mengembangkan  motorik dan minatnya terhadap seni. 

Terlalu mengkritik si kecil apalagi sampai memarahi atau memakinya, sama saja akan menghilangkan tujuan utama mengajari si kecil menggambar. 

10. Apresiasi Hasil Karya Anak

Bagaimana rasanya ketika Mama dan Papa mendapatkan pujian saat mengerjakan sesuatu? Pasti menyenangkan yah?

Walaupun banyak orang tua yang sudah mengerti tentang konsep memberikan pujian, tapi masih jarang yang mengucapkan dukungan positif kepada hasil karya anaknya sendiri loh.

Lebih dari sekedar kata-kata, anak juga butuh melihat bentuk nyata apresiasi yang diberikan Mama dan Papa melalui tindakan. 

Bagaimana caranya?

Saya biasanya memajang gambar anak di ruang tamu atau sudut lain di rumah yang banyak diperhatikan oleh orang-orang. Mungkin bisa di ruang tamu atau pun ruang makan. 

Memesan bingkai khusus dan memajang hasil karya anak akan membuat anak memiliki rasa bangga tersendiri dan lebih percaya diri untuk terus berproses.

Memuji dan mengapresiasi karya si kecil akan menjadikannya tumbuh dan berkembang sebagai pribadi yang positif, mudah bersosialisasi dan penuh percaya diri.

Seberapa suka dengan artikel ini?

Aktivitas akan datang