Parenting

Cara Efektif Mengajari Anak TK Mulai Membaca

Oleh Kiddo.id   |   

“Duh, kok anak saya sudah TK tapi masih belum bisa membaca sih? Usia berapakah anak seharusnya mulai belajar membaca?”

Anak sebenarnya baru mulai belajar membaca di usia 6 atau 7 tahun. Namun, Mama dan Papa bisa mulai memperkenalkan konsep huruf dan angka sejak usia 3 atau 4 tahun dengan metode bermain.

Nah, tapi hari ini saya akan membahas cara-cara efektif agar Mama dan Papa bisa mulai mengajari anak belajar membaca sejak dini. 

Yuks langsung kita mulai!

7 Cara Efektif Mengajari Anak TK Mulai Membaca:

1. Mulai Memperkenalkan Konsep Membaca

Mulai perkenalkan anak membaca sejak dini dengan buku-buku cerita anak dengan gambar-gambar berwarna warni

Mengajari anak kecil membaca sebenarnya perlu dimulai sedini mungkin. Dan, cara paling awal adalah dengan membacakan buku cerita sejak hari-hari pertama kelahirannya.

Selain mempererat bonding anak dengan orang tua, membaca juga meningkatkan ketertarikan anak untuk membaca di kemudian hari.

Sejak anak-anak saya baru lahir, saya membiasakan diri untuk meluangkan 15 – 20 menit untuk membacakan 3 sampai 4 buku cerita anak setiap harinya. 

Sampai hari ini, mereka memiliki minat dan kebiasaan untuk mengambil buku dan membaca tanpa harus disuruh. Bahkan membaca menjadi salah satu hobi mereka.

 2. Jadikan Aktivitas Membaca Buku Sebagai Hal Yang Menyenangkan

Oh ya, ketika membacakan buku kepada anak, usahakan untuk berinteraksi dengan si kecil. Misalkan dengan mendeskripsikan tentang apa yang sedang dibaca pada halaman tertentu.

“Adek, lihat deh ada sapi yang lagi makan rumput loh!” Mama dan Papa bisa sambil menunjuk gambar sapi pada buku.

Dengan cara ini, kosakata anak akan cepat bertambah dan ini memudahkannya untuk belajar mencerna huruf-huruf saat mulai belajar membaca dikemudian hari.

Selain itu, anak juga diajak memproses bahwa buku itu bukan sekedar tulisan loh. Tapi setiap buku itu ada cerita yang menarik untuk dibaca.

Saat anak sudah lebih tua, Mama Papa bisa mengajak anak main tebak-tebak seperti:

“Ayo coba adek cari di halaman ini ada kucing yang lagi sembunyi loh!” 

Atau Mama dan Papa juga bisa minta anak untuk menirukan suara binatang, musik ataupun benda seperti mobil dan kereta saat membaca buku yang memiliki gambar tersebut.

Intinya sih, buat membaca sebagai sebuah aktivitas yang seru buat anak.

 3. Ajak Memperhatikan Huruf Yang Sering Muncul

Ketika anak pertama lahir, saya dan suami mendekorasi kamar anak. Tidak lupa kami menaruh tulisan nama anak kami di atas ranjang bayi.

“Ma, ini bacanya Ken yah?” tanya anak saya saat berumur 2,5 tahun. Wah, saya luar biasa kaget! Saya sama sekali tidak pernah mengatakan kalau tulisan itu adalah namanya. Namun, dia bisa menyimpulkan tulisan tersebut.

Sering kali kita sebagai orang tua menargetkan anak untuk cepat bisa membaca. Bahkan sampai membeli flash card dan video untuk belajar membaca.

Benar, otak anak kecil seperti spons dan mudah menyerap ilmu dan mengingat huruf-huruf dengan cepat. Namun, ini bukan cara yang efektif untuk jangka panjangnya.

Baca juga: 5 Cara Menyenangkan Agar Anak Hobi Membaca

Sejak peristiwa anak saya menanyakan tulisan di ranjangnya tersebut, dia suka menanyakan saya bagaimana cara membaca tulisan di logo restoran favoritnya, minimarket yang sering dikunjungi sampai tulisan brand di belakang mobil kami.

Yups, mereka akan curious untuk belajar membaca dengan sendirinya dan inilah momen yang bisa kita gunakan untuk mulai mengajari mereka cara membaca.

 4. Perkenalkan Huruf Sambil Bermain

Ajak anak belajar membaca huruf dengan melakukan aktivitas motorik seperti menggunting prakarya hurufMama papa tau gak, kalau anak itu jauh lebih cepat belajar sesuatu ketika kita ‘mengaktifkan’ beberapa panca indera-nya saat belajar.

Jadi ketika anak mulai terlihat tertarik untuk mengetahui huruf-huruf, mama dan papa bisa mulai mengajak mereka mengenal huruf dengan bermain yang memerlukan beberapa panca indera.

Contohnya, mama dan papa bisa mengajak si kecil menyusun kerang menjadi sebuah huruf di atas pasir saat liburan ke pantai. Lalu mengajari si kecil cara membaca huruf tersebut.

Selain itu anak juga bisa diajak untuk membu

at prakarya huruf dari kardus. Kegiatan ini bukan saja melatih motorik kasar anak saat menggunting dan mengelem. Namun, anak juga tanpa sadar mulai mengenali bentuk dari huruf-huruf yang mereka buat.

 5. Mengenal Fonik Dengan Bernyanyi

Keseluruh 26 huruf alfabet memiliki bunyi khusus masing-masing yang disebut fonik. Tentu mama dan papa sering mendengar lagu seperti berikut ini:

Selain mengenalkan bunyi dari masing-masing alfabet, teknik seperti ini juga akan mulai mengajarkan si kecil cara mengeluarkan bunyi dari masing-masing huruf.

Misalkan suara huruf B bisa diucapkan dengan bibir menempel terlebih dahulu dan suara huruf L diucapkan dengan lidah menjulur di antara gigi dan menempel di langit-langit mulut.

Tentu belajar fonik sendiri tidak bisa instan yah. Anak perlu berulang-ulang kali melakukan latihan ini. Oleh karena itu, selalu kondisikan agar belajar fonik ini menjadi sebuah aktivitas yang seru untuk si anak.

Salah satu caranya tentu dengan bernyanyi.

6. Menyusun Fonik Menjadi Kata 

Setelah anak-anak mengerti konsep fonik, maka mereka siap untuk diajak mulai mencoba menghubungkan beberapa huruf menjadi kata.

Misalkan, Mama dan Papa bisa coba menuliskan kata S U S U pada selembar kertas dan minta anak untuk membuat bunyi fonik dari masing-masing alfabet.

“esss esss esss – uw uw uw – esss esss esss – uw uw uw”

Lalu selanjutnya minta anak untuk menyambung masing-masing fonik dengan menahan fonik pertama sambil mencoba mengucapkan fonik kedua.

“Esssssss – uwwww – esssss – uwwww”

Perlahan anak-anak, bisa menyimpulkan bunyi yang dikeluarkan dan menebak kata tersebut adalah “susu”

Jangan khawatir jika anak-anak tidak langsung bisa. Tetap sabar dan coba ulangi beberapa kali sampai anak mengerti konsep penyusunan fonik tersebut.

 7. Kelompokan Kata Yang Mirip

Setelah anak-anak bisa menebak kata menggunakan fonik, coba cari kata-kata yang mirip dengan kata yang dibaca sebelumnya.

Misalkan setelah membaca kata “susu”, Mama dan Papa bisa juga mengajak si kecil kata-kata seperti “kuku”, “kutu”,”buku” dan kata-kata yang memiliki kemiripan huruf lainnya.

Ini akan mempermudah si kecil karena ada beberapa huruf yang mereka sudah terbiasa identifikasi dan ucapkan.

Usahakan selalu untuk membuat aktivitas belajar ini menyenangkan untuk anak-anak. 

 

Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan:

Apakah Mungkin Anak Saya Memiliki Disleksia Sehingga Kesulitan Belajar Membaca?

Disleksia merupakan gangguan syaraf pada batang otak yang mempersulit anak untuk membaca, menulis, mengeja dan bahkan berbicara dengan lancar.

Eh tapi, jangan langsung mengambil kesimpulan anak Mama Papa mengidap disleksia ketika dia kesulitan belajar membaca.

Kenapa?

Penyakit ini biasanya menurun dan jarang sekali terjadi pada anak yang tidak memiliki sejarah keluarga Disleksia.

Selain itu, masih normal loh anak baru mulai bisa membaca di usia 6 atau 7 tahun. 

Namun, jika anak Mama Papa sudah diatas umur 8 tahun dan masih kesulitan, bisa di konsultasikan langsung ke dokter spesialis tumbuh kembang anak terdekat yah.

Apakah Mendaftarkan Anak Mengikuti Kelas Calistung Akan Membantu Anak Belajar Membaca?

Saya yakin beberapa Mama Papa yang memiliki anak usia akan segera masuk Sekolah Dasar, pasti ada rasa khawatir khususnya di masa pandemi ini.

Anak-anak tidak memiliki kesempatan untuk mulai mendapat bimbingan belajar membaca di TK.

Oleh karena itu, menurut saya ada baiknya juga Mama Papa mencoba mendaftarkan si kecil mengikuti kelas online Calistung seperti yang diadakan oleh Rainbowkids.

Walaupun melalui kelas online, namun teknik belajar yang diberikan sangat personal dan tentunya menyenangkan!

Seberapa suka dengan artikel ini?